
8 Makanan dan Minuman yang Jadi Sumber Mikroplastik
- Waspada! Makanan dan minuman yang sering kita konsumsi sehari-hari yang ternyata mengandung banyak mikroplastik.
Banjar Update
JAKARTA — Mikroplastik kini tampaknya sering ditemukan hampir di semua hal yang kita konsumsi sehari-hari, termasuk air minum.
Oleh karena itu, mungkin tampaknya kita sulit untuk sepenuhnya menghindari paparan mikroplastik, tapi mengetahui sumbernya bisa membantu kita mengurangi jumlah mikroplastik yang masuk ke dalam tubuh.
Berikut beberapa sumber mikroplastik yang ada di makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari, seperti yang dirangkum dari Verywell Health.
BACA JUGA: 3 Jalur Masuk Mikroplastik ke Tubuh, Ditemukan di Ketuban dan Urin
Sumber Mikroplastik dari Makanan dan Minuman yang Kita Konsumsi Sehari-hari
1. Air Minum Kemasan

Air minum yang dikemas dalam botol plastik memang praktis untuk dibawa, terutama bagi Anda yang tidak memiliki akses ke air bersih. Akan tetapi, air kemasan justru jadi salah satu sumber utama mikroplastik.
Air dari botol plastik sekali pakai juga umumnya mengandung lebih banyak partikel plastik daripada air keran. Bahkan, tindakan sederhana seperti membuka tutup botol bisa melepaskan mikroplastik ke dalam air.
Dilansir dari Verywell Health, setiap 1 liter air kemasan bisa mengandung sekitar 240.000 partikel plastik kecil, sebagian besar berupa nanoplastik yang ukurannya lebih kecil dari mikroplastik.
2. Protein Olahan

Produk protein olahan termasuk yang berbasis nabati, seperti nugget ayam dan daging nabati dapat menjadi sumber mikroplastik.
Konsumsi produk protein olahan dapat membuat orang dewasa terpapar sekitar 11.000 partikel mikroplastik per tahun.
BACA JUGA: 11 Cara Memilih Pakaian Ramah Lingkungan dan Awet Tahan Lama
3. Makanan Cepat Saji

Kemasan makanan cepat saji dan wadah makanan sekali pakai dapat menjadi sumber paparan mikroplastik.
Selain itu, sarung tangan plastik yang digunakan oleh pekerja restoran ketika menyiapkan makanan juga berpotensi memindahkan partikel plastik ke makanan. Sarung tangan plastik sekali pakai tersebut jika dibuang akan menambah limbah plastik dan akhirnya terurai menjadi mikroplastik di lingkungan.
4. Produk yang Terbuat dari Susu

Masalah mikroplastik di produk susu seperti susu dan keju tidak hanya berasal dari kemasannya.
Dilansir dari Verywell Health, senyawa kimia dalam plastik lebih menempel pada molekul lemak, sehingga makanan tinggi lemak lebih mungkin mengandung partikel plastik.
Bahkan penelitian telah menemukan adanya mikroplastik dalam ASI manusia.
5. Beras Instan

Beras instan yang sangat diproses biasanya mengandung lebih banyak partikel plastik.
Penelitian di Australia memprediksi bahwa setiap setengah cangkir nasi yang dimakan dapat mengandung sekitar 3–4 miligram plastik.
Oleh karena itu, penting untuk memilih beras yang tidak terlalu banyak melewati
tahapan pemrosesan dapat membantu mengurangi paparan mikroplastik. Selain itu, mencuci beras sebelum dimasak juga dapat menurunkan kontaminasi plastik hingga sekitar 40%.
BACA JUGA: Waspada! Begini Cara Membedakan Beras Asli dan Oplosan
6. Kantong Teh

Sebagian besar kantong teh yang dijual secara komersial terbuat dari bahan berbasis plastik. Ketika kantong teh diseduh dengan air mendidih, maka dapat melepaskan miliaran partikel mikroplastik.
Hal serupa juga bisa terjadi pada gelas kopi sekali pakai yang biasanya dilapisi plastik di bagian dalamnya.
Panas dari minuman dapat membuat plastik larut ke dalam minuman.
7. Garam Himalaya
Penelitian menemukan bahwa berbagai jenis garam yang digunakan untuk memasak ternyata mengandung mikroplastik.
Salah satu studi bahkan menunjukkan bahwa garam Himalaya berwarna pink termasuk yang memiliki kandungan plastik cukup tinggi.
8. Permen Karet
Mengunyah permet karet selama dua menit bisa melepaskan mikroplastik ke dalam mulut. Bahkan, permen karet yang diklaim alami pun tetap ditemukan kandungan mikroplastik.
Itu artinya, meski Anda tidak menelan permen karet, partikel plastik tetap bisa tertelan ke dalam tubuh melalui air liur.
Itu tadi beberapa makanan dan minuman yang sering kita konsumsi sehari-hari yang ternyata mengandung banyak mikroplastik.
Menghindari mikroplastik sepenuhnya memang sangat sulit, kecuali jika kita memproduksi sendiri semua makanan dan minuman yang dikonsumsi. Namun, kita tetap bisa mengurangi paparannya dengan minum dari wadah yang bisa dipakai ulang, menyeduh teh daun (bukan teh celup), mengurangi konsumsi makanan cepat saji atau makanan olahan, memasak makanan segar di rumah, dan mencuci beras sebelum dimasak.
Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh pada 13 Mar 2026
