Ilustrasi wajah berjerawat.
Banjar Update

8 Rahasia Merawat Kulit Berminyak agar Jerawat Tidak Makin Parah

  • Untuk mencegah jerawat muncul kembali, yuk ikuti langkah perawatan kulit berikut!
Banjar Update
Redaksi Daerah

Redaksi Daerah

Author

JAKARTA – Kulit berminyak dan jerawat sering kali datang bersamaan. Meski jerawat terasa mengganggu dan kadang menyakitkan, produksi minyak berlebih pada kulit sebenarnya tidak selalu buruk. Kulit tetap membutuhkan kelembapan yang cukup agar terlihat sehat dan terawat.

Produksi minyak alami merupakan salah satu cara kulit menjaga hidrasi. Menurut Mayo Clinic, kulit yang terlalu kering dapat membuat sel-sel kulit menyusut sehingga garis halus dan tanda penuaan dini lebih mudah muncul.

Sementara itu, jerawat biasanya muncul akibat produksi sebum yang berlebihan serta bakteri penyebab jerawat yang terjebak di bawah permukaan kulit. Dilansir dari ECM, penumpukan sebum dan bakteri dapat menyumbat pori-pori hingga memicu peradangan dan timbulnya jerawat di wajah. Agar jerawat tidak terus muncul, penting untuk menerapkan langkah perawatan kulit yang tepat, seperti berikut.

Tips Mengatasi Jerawat pada Kulit Berminyak

Dilansir dari Dermalogica, berikut cara mengatasi jerawat pada kulit berminyak:

1. Pilih Pembersih yang Tepat

Jika kamu seperti kebanyakan orang yang sering bertanya-tanya bagaimana cara mengurangi wajah yang tampak terlalu berminyak dan mengilap, kemungkinan besar kamu sedang mencari pembersih yang efektif. Membersihkan wajah memang penting, tetapi membersihkan secara berlebihan hingga menghilangkan minyak alami kulit justru dapat memicu produksi minyak yang lebih banyak.

Akibatnya, kulit menjadi semakin berminyak dan masalah pun kembali ke titik awal, bahkan bisa lebih buruk. Meski begitu, mengontrol minyak berlebih tetap penting karena produksi minyak yang berlebihan sering menjadi awal mula pori-pori tersumbat yang menyebabkan jerawat.

Kunci utama dalam merawat kulit berminyak adalah keseimbangan. Gunakan pembersih yang mampu mengangkat minyak berlebih tanpa membuat kulit terasa kering atau tertarik. Pembersih berbusa umumnya dianjurkan untuk kulit berminyak karena dapat membersihkan hingga ke dalam pori-pori.

Bagi kulit yang sangat berminyak dan rentan berjerawat, pembersih dengan kandungan bahan aktif seperti asam salisilat dapat membantu membersihkan pori-pori secara lebih optimal. Sebagai patokan, jika setelah mencuci wajah kulit terasa kencang atau tertarik, itu menandakan pembersih tersebut terlalu keras dan menghilangkan minyak alami kulit.

2. Gunakan Toner Secukupnya

Toner awalnya diciptakan untuk menghilangkan pembersih berbahan dasar minyak mineral yang mengandung SD alcohol dan bersifat mengeringkan kulit. Jika toner yang kamu gunakan mengandung alkohol, sebaiknya pemakaiannya tidak berlebihan. Alih-alih digunakan berkali-kali dalam sehari, cobalah membatasi penggunaannya menjadi sekali sehari atau selang-seling setiap hari.

Produk yang mengandung alkohol bekerja dengan cara mengeringkan minyak di kulit, namun penggunaan berlebih dapat membuat kulit terlalu kering dan menjadi sensitif. Kulit sensitif tentu bukan kondisi yang diinginkan, terutama ketika kamu juga sedang mengalami masalah jerawat.

Gunakan toner seperlunya dan pilih produk dengan kadar alkohol yang lebih rendah, atau pertimbangkan astringent alami seperti witch hazel agar kulit tetap sehat dan terjaga.

3. Gunakan Pelembap Ringan

Ilustrasi wanita sedang menggunakan pelembap. (freepik.com/artphotostudio)

Sebelum salah paham, perlu dipahami bahwa kulit membutuhkan minyak dan air agar dapat berfungsi dengan baik, dan keduanya berada di lapisan kulit yang berbeda. Air berperan di dalam kulit, sedangkan minyak berada di permukaan kulit.

Kekurangan air membuat kulit mengalami dehidrasi, sementara kekurangan minyak menyebabkan kulit menjadi kering. Inilah yang membedakan berbagai jenis kulit seperti berminyak, kering, normal, kombinasi, dan lainnya.

Kulit berminyak tidak selalu berarti kulit tersebut terhidrasi dengan baik. Justru, pemilik kulit berminyak dan rentan berjerawat sering kali mengalami dehidrasi, terutama jika menggunakan produk yang terlalu keras dan mengeringkan, seperti toner berbahan dasar alkohol. Saat kulit terlalu kering dari dalam, kulit akan memproduksi lebih banyak minyak sebagai cara alami untuk mempertahankan kelembapan.

Masalah yang sering dialami pemilik kulit berminyak adalah rasa lengket dan berat setelah menggunakan pelembap. Untuk menghindari hal tersebut, pilihlah pelembap dengan tekstur ringan. Pelembap berbentuk gel umumnya lebih ringan dibandingkan krim atau losion, serta lebih cepat meresap ke dalam kulit.

4. Pertimbangkan Penggunaan Retinoid

Retinoid adalah turunan vitamin A yang berfungsi mempercepat regenerasi sel kulit dan sangat populer dalam produk perawatan anti-penuaan. Pada kulit berminyak, retinoid dapat membantu mengontrol produksi minyak serta mengurangi munculnya jerawat berkat proses pergantian sel kulit yang lebih cepat.

Karena retinoid tidak stabil terhadap cahaya dan dapat rusak saat terpapar sinar ultraviolet, sebaiknya digunakan pada malam hari agar dapat bekerja secara optimal saat kamu tidur.

5. Gunakan Produk Perawatan Kulit Berbahan Dasar Air dan Bebas Minyak

Saat ingin menambahkan atau mengganti produk dalam rangkaian perawatan kulit berminyak, penting untuk lebih teliti dalam memilih. Perhatikan keterangan seperti “oil-free” dan “water-based” pada kemasan produk yang akan digunakan.

Jika masih ragu, selalu cek daftar kandungannya dan luangkan waktu untuk memahaminya. Seperti pepatah mengatakan, usaha yang lebih akan memberikan hasil yang sepadan.

6. Gunakan kertas penyerap minyak

Saat sedang di luar dan membutuhkan perbaikan cepat, gunakan kertas penyerap minyak! Kuncinya adalah menepuk, bukan mengusap. Tempelkan kertas dengan lembut pada kulit, mulai dari T-zone yang biasanya lebih banyak memproduksi minyak, diamkan beberapa detik, lalu lanjutkan ke area wajah lainnya.

Ganti kertas dengan yang baru jika diperlukan. Menepuk secara lembut juga membantu menjaga riasan tetap rapi!

7. Gunakan Produk Makeup dengan Label Oil-Control, Mattifying, atau Non-Komedogenik

Sama seperti saat memilih produk perawatan kulit, pilihlah makeup yang bersifat mattifying, mampu mengontrol minyak, dan non-komedogenik.

Mulailah dengan primer atau foundation yang mattifying, lalu set makeup dengan bedak finishing yang mengandung bahan pengontrol minyak untuk menyerap kelebihan minyak setelah pemakaian. Penting juga memilih produk makeup non-komedogenik agar pori-pori tidak tersumbat.

8. Pola Makan Sehat

Seperti pepatah mengatakan, “Kamu adalah apa yang kamu makan,” meskipun cokelat tidak selalu menyebabkan jerawat atau kulit berminyak, tetap baik untuk memasukkan makanan sehat ke dalam pola makan.

Pastikan tubuh tetap terhidrasi agar kulit tetap lembap, dan cobalah mengonsumsi berbagai macam buah dan sayuran, alias makan pelangi berwarna-warni.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Distika Safara Setianda pada 15 Feb 2026 

Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh Redaksi pada 07 Mei 2026