Cavani

Akibat Unggahan Bernada Rasis, FA Denda dan Skors Cavani Tiga Laga

  • STARBANJAR - Striker Manchester United Edinson Cavani resmi mendapat hukuman larangan bermain sebanyak tiga laga dan denda £100 ribu (sekitar Rp1,9 miliar) setelah terbukti bersalah akibat komentarnya di media sosial.

Redaksi Starbanjar

Redaksi Starbanjar

Author

STARBANJAR - Striker Manchester United Edinson Cavani resmi mendapat hukuman larangan bermain sebanyak tiga laga dan denda £100 ribu (sekitar Rp1,9 miliar) setelah terbukti bersalah akibat komentarnya di media sosial.

Cavani sendiri memutuskan untuk tidak mengajukan banding dalam kasus ini. sehingga ia akan absen dalam tiga laga United, yakni melawan Aston Villa pada 2 Januari 2021 (Liga Inggris), Manchester City pada 7 Januari (Piala Liga Inggris), dan Watford pada 10 Januari (Piala FA).

Selain mendapat skors dan denda, Cavani juga diharuskan menjalani kursus pendidikan terkait rasisme setelah komentarnya dianggap "menghina, melecehkan, tidak pantas, dan membuat citra sepakbola menjadi buruk" oleh FA.

Seperti diketahui, Cavani mengunggah tulisan "Gracis negrito" di akun Instagram miliknya kepada seorang teman yang memberikan ucapan selamat setelah ia menginspirasi kemenangan dramatis 3-2 atas Southampton pada 29 November lalu.

Cavani sendiri menjadi aktor utama kemenangan Setan Merah atas Southampton, dengan raihan 2 gol dan satu assist.

Sadar kekeliruannya, Cavani langsung menghapus unggahan di akun Instagramnya. Cavani dan manajemen Manchester United pun kemudian menyampaikan permintaan maaf disertai pembelaan mereka.

Manchester United menekankan bahwa kata negrito lumrah digunakan sebagai sapaan akrab di Amerika Selatan tempat Cavani berasal, sehingga sang penyerang sebenarnya tidak bermaksud bersikap rasis.

“Pesan yang saya tulis setelah pertandingan hari Minggu ditujukan sebagai sapaan akrab kepada seorang teman. Saya berterima kasih kepadanya atas ucapan selamat yang dia berikan seusai laga,” ungkap Cavani seperti dilansir Evening Standard.

“Hal terakhir yang saya inginkan adalah menyinggung orang lain. Saya sangat menentang rasisme dan langsung menghapus pesan itu setelah diberitahu kata itu bisa diartikan lain. Saya meminta maaf atas kesalahan ini,” lanjutnya.