
Analogikan Seperti Sepakbola, Denny Anggap PSU Masuk Extra Time
STARBANJAR - Calon Gubernur Kalimantan Selatan Denny Indrayana menganalogikan Pemilihan Gubernur Kalsel seperti pertandingan sepakbola.
Politik
STARBANJAR - Calon Gubernur Kalimantan Selatan Denny Indrayana menganalogikan Pemilihan Gubernur Kalsel seperti pertandingan sepakbola.
Hal ini usai Mahkamah Konstitusi (MK) menganulir kemenangan pasangan calon petahana, Sahbirin Noor - Muhidin. Hakim MK memutusan KPU Provinsi Kalsel untuk menggelar pemungutan suara ulang (PSU) di TPS 827 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 6 Kecamatan.
Kecamatan yang harus dihelat PSU yaitu Banjarmasin Selatan (Banjarmasin), Binuang (Kabupaten Tapin) dan lima kecamatan di Kabupaten Banjar; Sambung Makmur, Martapura, Astambul, Aluh-Aluh dan Mataraman. Khusus di Kecamatan Binuang MK hanya memerintahkan PSU di 24 TPS.
Denny menyebut kedua tim sudah bertanding 2x90 menit kini memasuki babak tambahan. Tim Birin-Muhidin sempat memenangkan pertandingan, namun gol kemenangan dianulir oleh hakim garis.
Oleh karena itu, dalam babak tambahan Tim H2D melakukan strategi man to man marking yang ketat sehingga lawan tidak bisa menjalankan strateginya.
"Berdasarkan putusan MK kita bisa menegaskan kembali bagaimana pilihan rakyat untuk Gubernur Kalsel, saya melihatnya (PSU) sebagai kemenangan rakyat Kalsel," ujar Denny kepada awak media, Selasa (23/3/2021).
Dia menyebut MK telah mengembalikan daulat rakyat kepada pemilih rakyat Kalsel, kini tim Denny Indrayana-Difriadi Darjat H2D menunggu penyelenggara pemilu untuk menyiapkan infrastruktur dari level Pusat hingga level KPPS dan Panwas TPS.
Denny mendesak pelaksanaan PSU harus dengan prinsip demokratis, profesional dan netral guna menjaga kemurnian suara rakyat.
"Bagaimana langkah-langkah mitigasi (antisipasi kecurangan) kita lihatlah keperluannya, fokus saya hari ini bagaimana merebut hati para pemilih," tegas denny.
Lantas apakah H2D merombak struktur tim pemenangan? Doktor jebolan Universitas Melbourne Australia ini mengakui masih belum ada pembicaraan untuk merombak komposisi tim pemenangan.
Meski demikian eks Wamenkumham ini tetap mengapresiasi tim pemenangan, kader partai pengusung dan pendukung serta relawan lintas organisasi yang telah berkerja secara maksimal.
Sementara itu, ketua Tim Pemenangan H2D H Abidin mengajak semua simpatisan, relawan, dan kader partai pengusung dan pendukung H2D untuk bekerja keras untuk memenangkan PSU.
"Maju terus pantang mundur, Alhamdulillah MK telah memutuskan untuk PSU di tiga daerah," kata Abidin.
