Panen Raya Batola
Banjar Update

Batola Kembali Panen Padi Unggul, Wabup : Pertanian Tahan Pagebluk

  • STARBANJAR – Wakil Bupati Barito Kuala Rahmadian Noor beserta jajaran Forkopimda Batola, Kadis TPH Provinsi Kalsel Syamsir Rahman, dan Kadistan TPH Batola Murniati menghadiri panen padi unggul di Desa Murung Keramat Kecamatan Belawang, Rabu (3/3/2021).

Banjar Update
Redaksi Starbanjar

Redaksi Starbanjar

Author

STARBANJAR – Wakil Bupati Barito Kuala Rahmadian Noor beserta jajaran Forkopimda Batola, Kadis TPH Provinsi Kalsel Syamsir Rahman, dan Kadistan TPH Batola Murniati menghadiri panen padi unggul di Desa Murung Keramat Kecamatan Belawang, Rabu (3/3/2021).

Wabup Batola Rahmadian Noor bersyukur atas keberhasilan petani melaksanakan panen. Terlebih panen dilaksanakan bersamaan dengan beberapa wilayah yang terkena musibah banjir seperti  sebagian di Kecamatan Belawang, Mandastana, Jejangkit, Alalak, Cerbon, dan Rantau Badauh dengan luasan diperkirakan mencapai 82.800 hektar.

Dia menyatakan, saat ini hampir 34 ribu hektar sawah di Batola yang terendam dengan kedalaman rata-rata 1 meter dan di dalamnya terdapat padi yang sedang disemai, terutama padi lokal dan sebagian padi unggul.

Limpahan air yang sangat besar ditambah kondisi geografis Batola yang rendah, lanjut Rahmadi, menyebabkan banjir lebih lama bahkan sebagian besar sawah masih terendam.

“Saya berharap, belajar dari pengalaman banjir hendaknya dapat melakukan pemeliharaan secara rutin saluran-saluran irigasi termasuk sungai agar ketika air datang bisa dengan cepat turun ke sungai yang lebih besar. Sehingga lahan pertanian tidak sampai mengalami kerusakan parah,” pesan Rahmadi.

Terkait panen yang dilaksanakan, mantan anggota DPRD Batola itu mengatakan, pemerintah terus berusaha melakukan pengembangan bahkan sejak dekade terakhir Batola secara bertahap beralih ke pertanian semi mekanis agar secara berangsur-angsur bisa lebih maju.

Kepada para petani, Rahmadi mengucapkan terima kasih atas perjuangan melakukan budidaya sehingga meski di tengah berbagai terpaan tetap mampu melakukan panen.

Ia menyatakan, berdasarkan berdasarkan perhitungan BPS, meski dalam situasi pagebluk saat ini, sektor pertanian terbukti tidak terpengaruh, dengan  menyumbang 28 hingga 29 persen perekonomian di Batola.

Senada, Kadis TPH Provinsi Kalsel Syamsir Rahman merasa bangga kepada petani di Desa Murung Keramat Kecamatan Belawang yang mampu menanam padi unggul sampai 3 kali setahun. Pun begitu, ia mengimbau petani tak meninggalkan padi lokal karena bermanfaat menahan inflasi.

Agar produksi petani lebih tinggi, Syamsir menyarankan, lebih mengintensifkan PPL. Ia berpendangan PPL perlu diberi insentif guna meringankan kebutuhan ketika memberi sosialisasi ke petani.

Dia menyatakan, perhatian provinsi terhadap Batola lebih tinggi dibanding kabupaten lainnya. Tahun 2021, sebutnya, bantuan yang diberikan mencapai Rp3,9 miliar.

Sementara itu Kadistan TPH Batola, Murniati mengatakan, sawah Batola meski terluas dan penghasil terbesar padi di Kalsel namun produktivitas masih di bawah rata-rata provinsi. yang hanya 3,5 ton per hektar. Sedangkan provinsi sudah memiliki rata-rata produktivitas 4 ton per hektar.

Kendala yang dihadapi, sebutnya, terutama sisi agronomi dan sosial budaya. Untuk kendala agronomi, terang Murni, akibat lahan pasang surut ditambah pengelolaan air yang belum optimal serta belum diterapkannya teknologi yang sesuai daerah rawa.

Sedangkan dari segi sosial budaya, urainya, Batola masih kekurangan tenaga kerja dan permodalan serta sosial budaya dengan terpaku kepada padi lokal yang produktivitasnya masih rendah.

“Kami mencoba melakukan berbagai terobosan melalui pencanangan Program IP200 atau dua kali tanam dalam satu tahun dimana musim kemarau tanam padi lokal dan musim hujan tanam padi unggul,” paparnya.

Murni menambahkan, pihaknya juga akan menerapkan teknologi-teknologi spesifik dan melaksanakan percepatan sistem mekanisasi baik tanam maupun panen di samping memberdayakan kelompok tani mendorong menjadi corporate tani agar for estate.

Sedangkan dari segi kelembagaan akan meningkatkan peran BPP selain sebagai penyuluh juga sebagai kostra tani yang berfungsi sebagai pusat data dan informasi, pusat penyuluhan, pusat jejaring, dan pusat kemitraan.

Terkait padi unggul, Kadistan TPH Batola itu menyatakan, akan memperkenalkan varietas yang berproduksi tinggi dan berumur pendek serta meningkatkan produktivitas padi lokal melalui pemupukan yang berimbang.

Namun begitu, Murni menyatakan, terhadap ketahanan pangan Batola sudah memenuhi dan yang kini sedang diupayakan kesejahteraan petani dengan menanam padi yang nilai ekonominya tinggi.