
BRI BO Amuntai Dukung Pengajian Akbar dan Milad ke-50 MBS Nurul Amin Alabio
- STARBANJAR – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Branch Office (BO) Amuntai menunjukkan komitmen sosialnya dengan mendukung pelaksanaan Pengajian Akbar di Ko
Banjar Update
STARBANJAR – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Branch Office (BO) Amuntai menunjukkan komitmen sosialnya dengan mendukung pelaksanaan Pengajian Akbar di Kompleks Perguruan Muhammadiyah Alabio, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Milad ke-50 Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) Nurul Amin Alabio sekaligus Gerakan Perempuan Mengaji Aisyiyah se-Kalimantan Selatan.
Pengajian akbar tersebut menghadirkan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si., serta Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy, M.A.P. Acara yang dimulai pukul 08.30 WITA ini diikuti ribuan jemaah dari berbagai wilayah sebagai sarana memperkuat nilai keagamaan, kebersamaan, dan kepedulian sosial.
Pimpinan Cabang BRI BO Amuntai, Gunawan Wibisono, hadir langsung untuk menegaskan dukungan instansinya terhadap kegiatan keagamaan dan sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah Alabio dan Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Selain kehadiran jajaran pimpinan, BRI BO Amuntai menyalurkan bantuan dana operasional guna mendukung kelancaran acara.
Bantuan ini menjadi bentuk partisipasi aktif BRI dalam memperkuat hubungan dengan lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat sekitar.
Untuk memberikan kenyamanan kepada para jemaah, BRI BO Amuntai juga membuka stan makanan ringan dan minuman gratis di lokasi acara. Inisiatif ini mendapat sambutan hangat dari para peserta di tengah padatnya rangkaian kegiatan.
Partisipasi BRI menunjukkan bahwa peran dunia perbankan tidak terbatas pada pelayanan transaksi dan pembiayaan semata, melainkan juga mencakup komitmen terhadap pengembangan sosial, keagamaan, dan pendidikan.
Melalui dukungan ini, BRI BO Amuntai berharap sinergi dengan Pondok Pesantren MBS Nurul Amin, Muhammadiyah, Aisyiyah, dan masyarakat luas dapat terus terjalin secara berkelanjutan.
