
Datu Kelampayan dan Pangeran Hidayatullah Diusulkan jadi Pahlawan Nasional
- Dua figur tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk mendapatkan gelar tersebut pada tahun 2022 dan 2023 mendatang.
Banjar Update
STARBANJAR- Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan akan mengusulkan figur Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari (Datu Kelampayan) dan Pangeran Hidayatullah untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional.
Dua figur tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk mendapatkan gelar tersebut pada tahun 2022 dan 2023 mendatang.
Peneliti Ahli Madya Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kalimantan Selatan, Wajidi, menjelaskan bahwa Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari menjadi figur yang akan diusulkan terlebih dahulu pada 2022. Setelah itu, baru dilanjutkan pengusulan Pangeran Hidayatullah pada tahun selanjutnya.
"Mulai Oktober ini kita mulai melakukan persiapan kelengkapan administrasi. Tahun 2022, kita akan gelar seminar pengusulan Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari sebagai pahlawan nasional terlebih dahulu," ujar Wajidi kepada Starbanjar.com, pada Kamis (14/10/2021).
Wajidi yang saat ini juga dipercaya Ketua Seminar Pengusulan Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari sebagai Pahlawan Nasional mengatakan bahwa Datu Kelampayan memiliki peluang yang kuat untuk mendapatkan gelar tersebut.
Ia memberi contoh sosok Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari memiliki banyak karya tulis yang berpengaruh di kawasan Asia Tenggara. "Ada Tuhfatur Raghibin, Kitab Ushuluddin, sampai Kitab Sabilal Muhtadin berisi hukum fikih yang tidak cuma dijadikan rujukan di Nusantara, tapi juga sampai ke luar seperti Brunei Darussalam. Karya-karyanya berpengaruh di Asia Tenggara," bebernya.
Selain itu, Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjary juga diketahui melahirkan banyak ulama-ulama besar yang ajaran-ajarannya diteruskan hingga hari ini. "Datu Kelampayan juga membangun lembaga pendidikan Islam semi formal pertama di Dalam Pagar, Kabupaten Banjar," ujarnya.
"Jadi untuk seseorang dikatakan Pahlawan Nasional, tidak mesti berada di zaman pergerakan dan melawan kolonial. Tapi gelar ini juga diberikan kepada mereka yang memiliki karya-karya besar," tambah Wajidi.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kalsel, Siti Nuriyani, membenarkan pihaknya saat ini sedang dalam tahap melengkapi pengumpulan bukti-bukti.
“Untuk Pangeran Hidayatullah, kita sudah mengunjungi keluarga ahli waris, hingga ke tempat-tempat bersejarah yang pernah disinggahi beliau,” kata Nuriyani, Banjarmasin, Rabu (13/10/2021).
Sebelumnya, ada anggapan bahwa Pangeran Hidayatullah menyerah kepada Belanda, tetapi dari hasil penelitian dan penelusuran, Nuriyani pun coba mengklarifikasi hal tersebut.
“Kita ada tim dari Balitbangda, tokoh masyarakat, dan akademisi yang telah menemukan bukti-bukti bahwa beliau tidak pernah menyerahkan diri sehingga kita optimis,” kata Nuriyani.
