
Di Balik Happy Hapsoro, Ini Gurita Bisnis dari Energi hingga Properti
- Happy Hapsoro membangun kerajaan bisnis di sektor energi, properti, hotel, hingga investasi. Simak daftar perusahaan, jaringan bisnis, dan sumber kekayaannya.
Banjar Update
JAKARTA - Nama Hapsoro Sukmonohadi atau Happy Hapsoro kerap menjadi sorotan pelaku pasar, terutama saat terjadi dinamika di pasar saham Indonesia.
Meski jarang tampil di hadapan publik, Happy diketahui memiliki portofolio bisnis yang luas, mencakup sektor energi, properti, perhotelan, hingga investasi.
Selain dikenal sebagai suami Ketua DPR RI Puan Maharani, putri Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Happy juga memiliki reputasi sebagai pengusaha dan investor yang mengendalikan sejumlah perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
BACA JUGA: Kerap Diremehkan, 6 Hobi Ini Berpotensi Jadi Sumber Penghasilan!
Berbeda dengan banyak konglomerat yang aktif tampil di hadapan publik, Happy lebih dikenal sebagai "silent tycoon". Strategi bisnisnya dilakukan melalui perusahaan investasi PT Basis Utama Prima (BUP) yang menjadi kendaraan utama kepemilikan saham di berbagai perusahaan.
Dilansir dari berbagai sumber, Kamis, 23 Juli 2026, berikut sederet pohon bisnis konglomerat Happy Hapsoro,
PT Basis Utama Prima, Pusat Kendali Kerajaan Bisnis
Dalam berbagai keterbukaan informasi perusahaan, PT Basis Utama Prima tercatat sebagai pemegang saham utama di sejumlah emiten.
Melalui perusahaan tersebut, Happy mengendalikan investasi pada sektor yang saling terhubung, terutama energi, infrastruktur migas, properti, dan perhotelan.
Model bisnis ini membuat sebagian besar ekspansi dilakukan melalui aksi korporasi, akuisisi maupun peningkatan kepemilikan saham pada perusahaan terbuka.
Baca juga : UMKM Furnitur Sukoharjo Tembus Pasar Ekspor Berkat Pelatihan BRI Peduli
Sektor energi merupakan fondasi utama gurita bisnis Happy Hapsoro. Happy mengendalikan berbagai macam emiten yang melantai di BEI, diantaranya sebagai berikut,
PT Rukun Raharja Tbk (RAJA)
RAJA merupakan aset paling strategis dalam portofolio bisnis Happy. Perseroan bergerak di bidang infrastruktur gas bumi, termasuk transmisi, distribusi, pengolahan gas, serta berbagai layanan energi.
Melalui PT Basis Utama Prima, Happy menjadi salah satu pemegang saham pengendali dengan kepemilikan sekitar 28,51% atau sekitar 1,2 miliar saham.
Dalam beberapa tahun terakhir, RAJA aktif memperluas bisnis melalui pembangunan jaringan pipa gas, pengembangan fasilitas midstream, hingga investasi pada proyek-proyek energi nasional.
PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU)
RATU merupakan anak usaha strategis RAJA yang bergerak di sektor hulu minyak dan gas. Perusahaan ini menjadi perhatian investor setelah melantai di Bursa Efek Indonesia karena memiliki Participating Interest (PI) pada Blok Cepu, salah satu lapangan minyak terbesar di Indonesia.

RAJA tercatat sebagai pemegang saham mayoritas RATU dengan kepemilikan sekitar 68,77%. Sejak IPO, saham RATU menjadi salah satu emiten energi dengan apresiasi harga yang cukup signifikan seiring meningkatnya optimisme terhadap prospek produksi migas nasional.
Baca juga : Investor Singapura Dibidik untuk Kawasan Industri Baru Jateng
PT Odira Energy Persada
Selain perusahaan terbuka, Happy juga memiliki kepentingan bisnis melalui PT Odira Energy Persada yang bergerak di bidang minyak dan gas. Perusahaan ini melengkapi portofolio energi yang dimiliki kelompok usahanya di luar perusahaan tercatat.
Selain energi, Happy juga membangun bisnis pada sektor properti dan perhotelan lewat beberapa emiten yang melantai di BEI, diantaranya sebagai berikut,
PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA)
MINA merupakan perusahaan pengembang properti yang memiliki proyek strategis di kawasan Sanur, Bali. Melalui PT Basis Utama Prima, Happy menguasai sekitar 45,71% saham perusahaan.
Aset utama MINA adalah pengembangan kawasan seluas sekitar 40.663 meter persegi yang menjadi salah satu proyek bernilai tinggi di Bali.
PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA)

BUVA dikenal sebagai pengelola jaringan hotel premium Alila yang beroperasi di Bali. Perusahaan ini memiliki sejumlah aset hospitality kelas atas yang menyasar wisatawan domestik maupun internasional.
Baca juga : Rupiah Melemah Lagi, Pasar Cerna BI Rate Baru
PT Red Planet Indonesia Tbk (PSKT)
Melalui PT Basis Utama Prima, Happy juga menguasai sekitar 40% saham PSKT. Perusahaan ini mengoperasikan jaringan hotel Red Planet di sejumlah kota besar Indonesia.
PT Singaraja Putra Tbk (SINI)
Nama Happy juga dikaitkan dengan aksi akuisisi PT Singaraja Putra Tbk pada 2022. Perusahaan tersebut mengelola Hotel Imperial Singaraja yang berada di kawasan Lippo Cikarang. Selain aset hotel, kelompok usaha ini juga mengembangkan proyek properti Blossom Residence di kawasan Kemayoran, Jakarta.
Berbeda dengan konglomerasi yang membangun bisnis secara organik, Happy Hapsoro lebih banyak melakukan ekspansi melalui akuisisi perusahaan.
Strategi tersebut terlihat dari masuknya PT Basis Utama Prima sebagai pemegang saham pengendali di berbagai emiten maupun melalui aksi korporasi yang dilakukan perusahaan-perusahaan di bawah kendalinya.
Dalam beberapa tahun terakhir, RAJA terus memperluas bisnis melalui investasi infrastruktur gas dan penjajakan akuisisi aset energi baru.
Sementara RATU juga melakukan ekspansi dengan mengakuisisi aset migas untuk memperkuat portofolio di wilayah Selat Madura.
Di sisi lain, Happy juga tercatat masuk sebagai pemegang saham PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) dan menyampaikan rencana meningkatkan kepemilikannya.
Jaringan Bisnis
Dalam menjalankan kelompok usahanya, Happy Hapsoro bekerja sama dengan sejumlah pelaku usaha dan profesional. Beberapa nama yang kerap dikaitkan dalam berbagai aksi korporasi antara lain,
- Djauhar Maulidi
- Medi Avianto
- Arsjad Rasjid
Kolaborasi tersebut terutama terlihat dalam pengembangan sektor energi, investasi, dan berbagai transaksi korporasi.
Berdasarkan estimasi nilai kepemilikan saham pada beberapa emiten seperti RAJA, RATU, BUVA, dan MINA menggunakan harga pasar pada periode tertentu, kekayaan Happy Hapsoro pernah diperkirakan berada di kisaran Rp13 triliun.
Namun, angka tersebut bersifat dinamis karena bergantung pada fluktuasi harga saham, perubahan struktur kepemilikan, aksi korporasi, maupun valuasi aset non-publik yang tidak diperdagangkan di bursa.
Dalam lanskap konglomerasi Indonesia, Happy Hapsoro termasuk pengusaha yang membangun bisnis melalui pendekatan investasi dan kepemilikan strategis di perusahaan publik.
Fokus utamanya berada pada sektor energi, khususnya infrastruktur gas dan hulu migas, yang kemudian dilengkapi dengan portofolio properti serta perhotelan.
Meskipun tidak sepopuler konglomerat generasi lama seperti keluarga Hartono, Salim Group, atau Sinar Mas, pengaruh Happy di pasar modal terus meningkat seiring ekspansi emiten-emiten yang berada dalam lingkup investasinya.
Perjalanan bisnisnya juga menunjukkan bagaimana strategi akuisisi dan diversifikasi sektor dapat membentuk kelompok usaha dengan aset yang tersebar di berbagai industri.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Muhammad Imam Hatami pada 24 Jul 2026
Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh Redaksi pada 24 Jul 2026
