Bursa Efek Indonesia (BEI)
Ekonomi dan Bisnis

Ditopang Sentimen Positif, Berikut Rekomendasi Saham UNVR, JSMR dan ASRI

  • STARBANJAR - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin, (22/3/2021).

Ekonomi dan Bisnis
Redaksi Starbanjar

Redaksi Starbanjar

Author

STARBANJAR - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin, (22/3/2021). Sejumlah sentimen positif seperti tidak berubahnya suku bunga acuan menjadi salah satu katalis kokohnya indeks awal pekan kali ini.

CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya melihat IHSG sedang berusaha untuk menggeser rentang konsolidasinya ke arah yang lebih baik. Secara teknikal, IHSG akan bergerak pada rentang 6.260–6.389.

William menyebut dari sisi sentimen kuatnya fundamental perekonomian Indonesia bisa menjadi penopang bagi kenaikan IHSG. Namun fluktuasi nilai tukar rupiah serta harga komoditas juga akan turut mewarnai pergerakan pasar modal hingga beberapa waktu mendatang,

“Dengan begitu, hari ini IHSG masih berpotensi bergerak menguat terbatas,” ujar Williiam melalui riset harian dilansir dari trenasia.

Dia merekomendasikan sejumlah saham yang menurutnya berpotensi menghasilkan profit sehingga layak untuk dicermati. Di antaranya GGRM, UNVR, SMGR, JSMR, ITMG, BBCA, ASII, dan AKRA.

Sementara itu, analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama menyebut adanya sinyal positif dari berbagai indikator. Pada chart, terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG menuju ke resistance terdekat.

“Berdasarkan rasio fibonacci, adapun support maupun resistance minimum berada pada 6.307,84 hingga 6.394,45,” papar dia.

Nafan juga membagikan beberapa menu saham yang dapat menjadi pertimbangan investor. Antara lain ASRI, BJTM, BSDE, CTRA, LPKR, MYOR, serta PPRE.

Sebelumnya, IHSG berhasil ditutup menguat 0,13% di level 6.356,16 pada akhir perdagangan Jumat, 19 Maret 2021. Sebanyak 176 saham terpantau naik, 295 saham terkoreksi, dan 168 saham stagnan pada akhir pekan lalu.