Aplikasi rumah data Batola
Banjar Update

Dorong Keterbukaan Informasi, Pemkab Batola Rilis Aplikasi Rumah Data Batola

  • STARBANJAR - Pemerintah Kabupaten Barito Kuala meluncurkan aplikasi Rumah Data Batola, Selasa (23/3/2021).

Banjar Update
Redaksi Starbanjar

Redaksi Starbanjar

Author

STARBANJAR - Pemerintah Kabupaten Barito Kuala meluncurkan aplikasi Rumah Data Batola, Selasa (23/3/2021).

Bupati Batola Hj Noormiliyani AS menyatakan, terbentuknya Aplikasi Rumah Data Batola ini merupakan inovasi yang sangat membantu pemerintah daerah dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan partisipatif. 

Sebab, Pemkab Batola terus berupaya mendorong keterbukaan informasi publik dan kemudahan akses data bagi siapa saja.

Dia berharap pelayanan publik benar-benar dilaksanakan dan dirasakan oleh masyarakat Batola. 

"Keterbukaan informasi yang merupakan sesuatu yang sangat penting di era pembangunan yang begitu dinamis seperti sekarang seiring kemajuan teknologi agar penyampaian informasi bisa cepat, realistis, dan transparan," ujar Noormiliyani.

Dengan aplikasi ini, sambungnya masyarakat bisa ikut serta dalam mengawal kebijakan dan pembangunan.

“Kita harapkan Aplikasi Rumah Data Batola ini dapt diakses dengan bebas dan mudah, serta mampu menyediakan data yang akurat, terbuka, terintegrasi, dan bisa dipergunakan kepada siapa saja sebagaimana diamanatkan dalam Perpres Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia,” papar politikus Golkar ini. 

Perpres ini, lanjut mantan Ketua DPRD Kalsel itu, sejalan dengan salah satu Misi Pemkab Batola yaitu “Memantapkan Tata Kelola Pemerintahan yang Terbuka dan Melayani” sehingga diharapkan Batola bisa menjadi salah satu kabupaten yang digital di Provinsi Kalsel berdasarkan data dan teknologi. 

Kadiskominfo Batola Akhmad Wahyuni selaku Wali Data Kabupaten dalam laporannya menyatakan Rumah Data Batola ini bersifat menyajikan data sesuai spesifikasi, kebutuhan, dan ketersediaan yang tidak terhimpun pada statistik.

Wawah sapaan akrabnya menyatakan, ke depan direncanakan seluruh data yang ada di Rumah Data Batola ini akan dibuatkan satu aplikasi lagi untuk mendukung semua aplikasi yang ada di Batola melalui playstore yang tengah dikerjakan yaitu Batola Single Statis sehingga apa pun yang diperlukan bisa tersedia.

Dia menerangkan, saat ini semua SKPD sudah memberikan data rata-rata mencapai 65 persen di Rumah Data Batola dan diharapkan setelah dilaunching semuanya mencapai 100 persen.

Sedangkan yang mengisinya bukan saja SKPD dan kecamatan namun diharapkan para instansi vertikal, BUMN, BUMD, dan dunia usaha.

Zulkifli Yadi Noor Koordinator Forum Satu Data dan Informasi Pembangunan Daerah menjelaskan, yang sangat penting dalam keberadaan aplikasi ini terkait bagaimana kebutuhan data dalam rangka melaksanakan pembangunan dan evaluasi sehingga proses perencanaan akan lebih comfortable dan bisa dipertanggungjawabkan. 

Karenanya dengan telah dilaunchingnya Rumah Data Batola ini, sebut Zul, sudah merupakan bukti komitmen kendati data-data yang terhimpun baru rata-rata mencapai 65 persen.

Namun ini sudah tergolong luar biasa dan tentunya membutuhkan keterlibatan semuanya dengan prinsip dari dan oleh kita.

“Kami berharap nantinya data-data yang ada terhimpun mencakup seluruh indikator termasuk IPM, MDGs, Standar Pelayanan Minimal, SPM Kesehatan, Pendidikan, sehingga begitu memerlukan evaluasi datanya bisa diakses di Rumah Data Batola,” tutup Kepala Bappelitbang Batola ini.