
Dulu Jawara, Kini Nokia Pecat 10.000 Karyawan
STARBANJAR - Perusahaan teknologi telekomunikasi asal Finlandia, Nokia berencana untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) 10.000 karyawan sampai pada 2022. Keputusan ini agar Nokia fokus ke produk 5G.
Ekonomi dan Bisnis
STARBANJAR - Perusahaan teknologi telekomunikasi asal Finlandia, Nokia berencana untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) 10.000 karyawan sampai pada 2022. Keputusan ini agar Nokia fokus ke produk 5G.
Mengutip dari laman New York Post, Nokia akan menggunakan pengeluaran dari upah karyawan yang di PHK sebagai investasi untuk penelitian dan pengembangan 5G dan proyek lainnya. Pengumuman PHK massal itu mengikuti rencana perampingan perusahaan oleh CEO Nokia Pekka Lundmark sejak Oktober 2020.
Pada saat itu, Lundmark mengatakan, bahwa Nokia akan melakukan apapun untuk kembali ke posisi pasar yang kuat serta mampu memimpin sektor 5G.
Lundmark menjelaskan bahwa struktur baru Nokia hanya akan terfokus pada 4 unit bisnis utama.
Beberapa di antaranya ialah jaringan internet mobile, protokol internet dan jaringan tetap, komputasi awan dan layanan jaringan, serta teknologi Nokia.
Model dan struktur baru perusahaan teknologi itu nantinya akan terkonsentrasi pada peningkatan akuntabilitas, transparansi, kemudahan serta efisiensi pengeluaran.
“Bidang itu ialah yang kita pilih untuk siap bersaing, kita akan bermain dan menang,” ujar CEO Nokia Pekka Lundmark, dilansir dari trenasia, Jum'at (19/5/2021).
Lundmark juga mengatakan bahwa Nokia ke depannya akan meningkatkan kualitas produk dengan harga yang kompetitif.
Nokia ingin hanya memiliki 80.000 sampai 85.000 karyawan setelah melaksanakan PHK dalam kurun 18-24 bulan ke depan, dari jumlah karyawan saat ini yang mencapai 90.000 orang.
Dari rencananya itu, Nokia akan menurunkan total pengeluaran hingga 600 juta euro atau sekitar Rp10,2 triliun (asumsi kurs Rp17.150 per euro) sampai 2023.
Sejumlah uang tersebut, nantinya akan digunakan untuk mengimbangi penelitian dan pengembangan pada sektor teknologi masa depan termasuk 5G, komputasi awan, dan infrastruktur digital.
