<p>Karyawan menunjukkan logam mulia di Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis, 23 Juli 2020. Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) pada hari ini, Kamis 23 Juli 2020 dipatok lebih rendah untuk ukuran 1 gram dibanderol Rp977.000, sedangkan pada posisi kemarin, Rabu 22 Juli 2020 sempat menyentuh level baru Rp982.000 untuk ukuran 1 gram, yang merupakan level tertinggi sepanjang sejarah.  PT Aneka Tambang Tbk. melansir penjualan emas di tingkat ritel tetap menggeliat kendati harga emas menyentuh rekor baru. Penjualan secara daring atau online diakui meningkat signifikan dalam tiga bulan terakhir. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia</p>
Banjar Update

Emas Antam Sentuh Titik Terendah Sejak Juli 2026, Ini Rinciannya

  • Update emas Antam 8 Oktober 2026: turun Rp15.000 ke Rp2.565.000, buyback Rp2.366.000 anjlok Rp25.000, spread Rp199.000, terendah baru sejak Juli 2026.
Banjar Update
Redaksi Daerah

Redaksi Daerah

Author

JAKARTA – Harga emas batangan Antam di Logam Mulia merosot Rp15.000 per gram menjadi Rp2.565.000 dari angka sebelumnya Rp2.580.000 pada Kamis, 8 Oktober 2026. 

Sementara itu, harga buyback mengalami penurunan lebih tajam sebesar Rp25.000 per gram, kini di level Rp2.366.000 dari semula Rp2.391.000. Kondisi ini membuat selisih antara harga beli dan harga jual kembali saat ini berada di angka Rp199.000 per gram.

Berikut daftar harga emas Antam hari ini, Kamis, 8 Oktober 2026.

UkuranHarga
0,5 gramRp1.332.500
1 gramRp2.565.000
2 gramRp5.080.000
3 gramRp7.595.000
5 gramRp12.600.000
10 gramRp25.085.000
25 gramRp62.587.000
50 gramRp125.095.000
100 gramRp250.112.000
250 gramRp625.265.000
500 gramRp1.250.320.000
1.000 gramRp2.500.600.000

Sumber: Logam Mulia, 8 Oktober 2026

Insight TrenAsia

Buyback Turun Lebih Dalam, Spread Kembali Mendekati Rp200.000

Harga jual turun Rp15.000 tapi buyback turun Rp25.000 — selisih Rp10.000 yang langsung memperlebar spread dari Rp189.000 kemarin ke Rp199.000 hari ini. Dalam dua hari terakhir, spread bergerak dari Rp194.000 ke Rp189.000 lalu kembali ke Rp199.000 — volatilitas yang mencerminkan pasar yang masih tidak pasti arah. 

Spread Rp199.000 kini tepat di bawah ambang psikologis Rp200.000 yang terakhir terlampaui pada 29 September 2026. Dari harga beli sekarang, break-even tercapai setelah kenaikan sekitar 7,8%.

Harga Terendah Baru Sejak Juli 2026, Rebound Kemarin Hanya Berlangsung Satu Hari

Rebound Rp10.000 kemarin yang dipicu ketegangan geopolitik Timur Tengah tidak bertahan. Harga Rp2.565.000 hari ini adalah level terendah baru sejak pertengahan Juli 2026 — melampaui titik terendah sebelumnya di Rp2.570.000 yang terjadi Selasa, 6 Oktober 2026. 

Pola rebound satu hari lalu turun lagi sudah terjadi tiga kali dalam sepekan terakhir, mencerminkan tren turun yang masih dominan. Dari puncak Mei di Rp2.859.000 pada 12 Mei 2026, koreksi kini mencapai Rp294.000 per gram atau sekitar 10,3% — semakin jauh di atas ambang 10% yang ditembus dua hari lalu. 

Dari puncak Agustus di Rp2.750.000 pada 26 Agustus 2026, koreksi enam pekan mencapai Rp185.000 per gram.

Ketegangan Geopolitik Mereda, Dolar Kuat Kembali Mendominasi

Ketegangan geopolitik Timur Tengah yang kemarin mendorong kenaikan tampaknya sudah terserap pasar dalam satu hari. Hari ini dolar AS kembali menguat setelah beberapa pejabat The Fed memberi pernyataan hawkish yang menegaskan tidak ada urgensi untuk memangkas suku bunga kembali dalam waktu dekat. 

Pernyataan itu langsung menekan ekspektasi pemangkasan November 2026 yang kini hanya di kisaran 15% — hampir tidak ada yang memperkirakan pemangkasan bulan depan. 

Dengan peluang pemangkasan November yang semakin tipis dan dolar AS yang kuat, tekanan terhadap harga emas Antam kemungkinan masih akan berlanjut hingga ada katalis baru yang cukup kuat untuk mengubah arah. 

Data CPI AS yang dijadwalkan pertengahan Oktober tetap menjadi harapan terbesar — jika inflasi melandai meski pasar tenaga kerja kuat, The Fed bisa kembali diharapkan memangkas dan emas bisa pulih. Support berikutnya yang perlu dicermati ada di kisaran Rp2.540.000 hingga Rp2.550.000.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Chrisna Chanis Cara pada 08 Oct 2026 

Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh Redaksi pada 08 Okt 2026