Ibnu sina
Banjar Update

Festival HAM 2020, Ibnu Sina Beber Pembangunan di Kota Banjarmasin

  • STARBANJAR – Pemerintah Kota Banjarmasin menyambut Panitia Festival Hak Asasi Manusia dari Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM) RI, dalam kegiatan gala dinner di Balai Kota Banjarmasin, Kamis (17/12/2020) malam.

Banjar Update
Redaksi Starbanjar

Redaksi Starbanjar

Author

STARBANJAR – Pemerintah Kota Banjarmasin menyambut Panitia Festival Hak Asasi Manusia dari Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM) RI, dalam kegiatan gala dinner di Balai Kota Banjarmasin, Kamis (17/12/2020) malam.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina mengatakan untuk merestorasi sungai-sungai yang ada di kota Banjarmasin dimulai dengan mengubah pola pikir masyarakat, dengan mengajak masyarakat untuk menjaga dan memelihara sungai. Cara yang dilakukan, katanya lagi, dengan menjadikan beranda depan setiap rumah masyarakat menghadap ke arah sungai.

Metode ini, terangnya, cukup efektif. Sebab, dengan menjadikan sungai sebagai beranda depan rumah warga, maka secara otomatis masyarakat ikut menjaga dan memelihara kebersihan pekarangan rumah warga, yakni sungai.

“Dulu sungai ini menjadi problem besar, yang namanya rumah masyarakat membelakangi sungai, maka hal itu menjadi tong sampah raksasa, tetapi begitu mindset nya diubah selama 4 tahun ini, dan kita betul betul mengedukasi masyarakat, kemudian menghadapkan wajah rumahnya ke sungai, maka tidak mungkin mereka membuang sampah di halaman rumah sendiri, itu filosofi nya,” ujar mantan anggota DPRD Kalsel ini.

Di sisi lain, Ibnu mengakui saat ini Pemko Banjarmasin masih mencari jalan tengah bagi penyandang disabilitas terutama untuk akses wisata sungai.

“Sampai sekarang saya belum bisa mewujudkan bagaimana memikirkan wisata sungai itu akses teman-teman difabel sampai sekarang belum ketemu,” ujarnya.

Ibnu menyebut Pemko Banjarmasin telah melakukan serangkaian program untuk memenuhi hak para penyandang disabilitas kota ini, diantaranya dengan menyediakan akses darat yakni membangun trotoar ramah difabel, dan jalan umum. Trotoar yang telah dibangun Pemkot Banjarmasin terbentang dari Jalan A Yani kilometer 2 hingga kilometer 6 Banjarmasin.

Ketua Komnas HAM RI, Ahmad Taufan Damanik menyatakan, setelah lima kali berkunjung ke kota berjuluk seribu sungai, yang dirasakan saat ini tentang Kota Banjarmasin adalah suasana penuh sejarah. Bukan tanpa alasan, usia Kota Banjarmasin satu tahun lebih tua dari Kota Jakarta.

Damanik mengakui suasana yang dirasakannya saat berada di kota ini adalah nuansa kebudayaannya yang cukup kental.

“Dimana-mana orang pakai sasirangan, itukan menunjukkan bahwa masyarakat Kota Banjarmasin ini tetap punya satu naluri, satu daya energi untuk berkreasi, karena tidak mudah bikin sasirangan,” katanya.

Damanik berpendapat kota Banjarmasin adalah sebuah kawasan perkotaan yang damai. Menurutnya, suasana kedamaian itu terbangun karena pemimpinnya cinta kedamaian.

“Kota yang damai itu pastilah karena masyarakat merasakan suasana kepemimpinan yang damai, yang menyejukkan, mengayomi, dan mempertahankan kelebihan kota seperti kesejarahan, kebudayaan, kekerabatan, kehangatan dan rasa persaudaraan,” tutup Damanik.