
Hijaukan Desa, Selamatkan Banua: Aksi Nyata Pemuda Banjarmasin
- STARBANJAR– Pasca banjir yang melanda Desa Tajau Landung akibat minimnya daya serap tanah di perbatasan sungai, Kelompok Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan di Desa Tajau Landung berinisiatif mengajak Pepelingasih Banjarmasin dan Baramuda Banjarmasin untuk berkolaborasi dalam aksi penghijauan.
Banjar Community
STARBANJAR– Pasca banjir yang melanda Desa Tajau Landung akibat minimnya daya serap tanah di perbatasan sungai, Kelompok Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan di Desa Tajau Landung berinisiatif mengajak Pepelingasih Banjarmasin dan Baramuda Banjarmasin untuk berkolaborasi dalam aksi penghijauan.
Kegiatan ini bertujuan menanggulangi banjir di masa depan serta menghijaukan kawasan tersebut dengan menanam ratusan bibit tanaman dari berbagai jenis.
Penyerahan dan penanaman bibit pohon ini dihadiri langsung oleh Pembina Pepelingasih Banjarmasin sekaligus Baramuda Banjarmasin, Endani Kastien yang menyambut baik ajakan kolaborasi dari Kelompok KKN UNUKASE.
“Kegiatan ini merupakan bentuk silaturahmi para pemuda yang tergabung dalam Pepelingasih Banjarmasin dan Baramuda Banjarmasin dengan warga setempat. Pemuda harus aktif terlibat dalam kegiatan sosial, kemanusiaan, serta pembenahan lingkungan dan tata ruang hijau,” ujarnya, dalam siaran persnya yang diterima, Senin 17 Februari 2024.
Endani menambahkan bahwa kesadaran akan kelestarian lingkungan harus datang dari semua elemen masyarakat.
“Kalau bukan kita, siapa lagi, selama ini banyak orang berharap pihak lain yang bertindak, padahal jika semua berpikir demikian, tidak ada yang bergerak,” tambah Endani.
Ia berharap aksi nyata para pemuda ini dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan.
“Alam yang kita miliki akan diwariskan kepada generasi mendatang, sehingga menjadi tanggung jawab bersama untuk merawatnya,” tegas tokoh pemuda Kalsel ini.
Ketua Kelompok KKN sekaligus Ketua Umum Pepelingasih Banjarmasin, Muhammad Amin Hasani menambahkan sejak pertama tiba di desa yang berbatasan langsung dengan sungai dan minim pepohonan ini, mereka berdiskusi dengan kepala desa mengenai permasalahan lingkungan.
“Dari sana, muncul inisiatif untuk melakukan penghijauan dengan menanam pohon, terutama pohon buah-buahan agar lebih mudah diterima oleh masyarakat,” kata Amin.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari kepala desa dan warga setempat. Selain penanaman pohon, aksi sosial lainnya turut dilaksanakan, seperti pembagian ratusan tumbler kepada anak-anak sekolah untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai serta pemberian paket beras kepada warga yang membutuhkan.
Ia menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak memiliki batasan.
“Kepedulian harus terus dilakukan dimanapun kita berada. Oleh karena itu, kerja sama dan merangkul semua pihak sangat diperlukan untuk menebarkan manfaat bagi Banua tercinta,” tandasnya.