
Banjar Update
IAI Kalsel Mulai Bangun Huntara Bagi Penyintas Banjir di HST
STARBANJAR - Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Kalimantan Selatan mulai melakukan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban banjir di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).
Banjar Update
STARBANJAR - Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Kalimantan Selatan mulai melakukan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban banjir di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).
Ketua IAI Kalsel Akbar Rahman menuturkan pembangunan sebanyak lima unit Huntara yang dilakukan pihaknya.Kemudiaan untuk lokasi pembangunan Huntara tersebut terletak di Desa Baru, Kecamatan Batu Benawa sebanyak 3unit, dan 2 unit lainnya berlokasi di Desa Alat, Kecamatan Hantakan.
"Dari 5 unit tersebut, 3 unit sumbangan dari berbagai donasi yang dikelola oleh IAI Kalsel dan 2 unit lain dibangun oleh Pemda HST," ujar Akbar dalam rilis tertulisnya, Selasa (16/2/2021).
Dia mengatakan IAI Kalsel merencanakan untuk membangun Huntara lainnya di HST sebanyak 11 hingga 12 unit.
"Dimana 6 unit akan dibangun oleh Pemda HST melalui Dinas Perkim. Dan Sedangkan 6 unit lainnya dibangun melalui donasi IAI Kalsel," ucap Akbar.
Dia mengakui sejumlah kendala ditemui dalam pembangunan Huntara ini, seperti mulai naiknya harga material bangunan, kondisi cuaca yang tak menentu, hingga sulitnya mobilisasi material karena jalan dan jembatan yang putus.
"Selain itu jumlah tenaga kerja yang tersedia juga masih minim. Meski beberapa hal ini menghambat proses pembangunan. Tapi tim terus mencari solusi agar pembangunan bisa cepat diselesaikan," imbuh Akbar.
Dia menyebut relawan IAI Kalsel telah memberdayakan warga lokal untuk terlibat dalam pembangunan. Selain itu relawan pembangunan dari Majelis Mahabbatussholihin Martapura dan Majelis Raudhatul Ikhwan Banjarbaru juga ikut membantu pembangunan Huntara.
"Sampai saat ini masih diperlukan pembangunan untuk 5 hingga 6 unit Huntara lagi. Karenanya masih diperlukan bantuan dari berbagai pihak. Baik dalam bentuk donasi maupun material bangunan," tambahnya.
"Selain itu juga sangat diperlukan kehadiran para relawan, khususnya yang mempunyai keahlian dalam pertukangan dan konstruksi baja ringan," tutup Akbar Rahman.
