<p>Pewarta mengambil gambar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Jum&#8217;at, 20 November 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia</p>
Ekonomi dan Bisnis

IHSG Awal Pekan Kembali Ditutup Stagnan, Bertahan di Level 7.000

  • IHSG kembali bergerak stagnan dengan persentase kenaikan 0,05% atau hanya sekitar 3,77 poin pada level 7.013,41.
Ekonomi dan Bisnis
Redaksi Starbanjar

Redaksi Starbanjar

Author

STARBANJARIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bergerak stagnan dengan persentase kenaikan 0,05% atau hanya sekitar 3,77 poin pada level 7.013,41 pada penutupan perdagangan awal pekan, Senin, 27 November 2023.

Melansir data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), kinerja indeks komposit hari ini diikuti oleh total nilai transaksi pasar yang menurun menjadi Rp10,2 triliun dari Rp12,36 triliun pada perdagangan sebelumnya.

Dalam satu hari perdagangan, IHSG bergerak pada rentang level 7.008,81 – 7.061,83. Hingga penutupan perdagangan, terdapat 271 saham menguat, 248 saham melemah, dan 247 saham lainnya ditutup stagnan.

Di tengah kondisi tersebut, sejumlah tercatat mengalami peningkatan kinerja optimal hingga masuk pada jajaran top gainers, seperti saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) yang melaju paling kencang mencapai 17,29% pada level Rp312.

Kemudian, saham PT Primadaya Plastisindo Tbk (PDPP) ikut melesat 15% ke harga Rp322 per unit, diikuti oleh saham PT Puri Global Sukses Tbk (PURI) yang mencatatkan kenaikan kinerja hingga 11,11% menuju kisaran Rp600.

Selanjutnya, saham PT Pulau Subur Tbk (PTPS) terpantau melonjak 10,79% dan parkir pada level Rp154, dibuntuti oleh saham PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) bertumbuh hingga 10,12% ke harga Rp185.

Adapun pada jajaran top losers, saham PT Indointernet Tbk (EDGE) menjadi saham yang terkoreksi paling dalam hingga 19,89% ke harga Rp7.250 dan saham PT Mitra Tirta Buwana Tbk (SOUL) terjungkal 9,09% pada level Rp20 per lembar.

Sementara itu, saham PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK), PT Menn Teknologi Indonesia Tbk (MENN), serta PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) turut mengalami penurunan kinerja mendalam dengan persentase masing-masing 8,87%, 8%, dan 7,33%.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Drean Muhyil Ihsan pada 27 Nov 2023