
IHSG Kembali Babak Belur, Bandar Asing Lego Saham BBCA Hingga ASII
STARBANJAR - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan tren negatif dalam tiga hari berturut-turut.
Ekonomi dan Bisnis
STARBANJAR - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan tren negatif dalam tiga hari berturut-turut. IHSG ditutup di level 6.156,14 atau turun 1,54% pada penutupan perdagangan, Rabu (24/3/2021). Ada 390 saham yang turun, 110 saham yang menguat dan 126 saham yang nilainya tidak berubah.
Berdasarkan data RTI, sepanjang perdagangan IHSG bergerak di zona merah. Total transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai 17,35 miliar dengan total nilai transaksi Rp 11,11 triliun. 10 sektor memerah jadi penekan IHSG. Sektor tambang, perkebunan, aneka industri dan manufaktur menjadi penekan paling besar dengan penurunan masing-masing 3,17%, 2,36%, 1,92% dan 1,63%.
Investor asing paling banyak melego saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 275,0 miliar. Saham BBCA pun turun 1,90% ke Rp 32.200 per saham.
Kemudian saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) juga banyak dijual asing Rp 63,0 miliar. Saham BBNI pun melemah 2,46% ke RP 5.950 per saham.
Selanjutnya investor asing juga banyak melepas saham PT Astra International Tbk (ASII) Rp 53,5 miliar. Saham ASII juga turun 2,24% ke Rp 5.450 per saham.
Melemahnya IHSG hari ini ditenggarai adanya dua sentimen negatif eksternal yang hadir di pasar keuangan dalam negeri.
Sentimen negatif tersebut adalah terkait kembali melonjaknya kasus aktif virus corona (Covid-19) di sebagian negara di Eropa dan ketegangan antara China dengan sekutu Amerika Serikat (AS) terkait sanksi kepada pejabat China terhadap pelanggaran hak asasi manusia (HAM).
