<p>Awak media mengambil gambar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 3 Agustus 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 2,78 persen atau 143,4 poin ke level 5.006,22 pada akhir sesi Senin (3/8/2020), setelah bergerak di rentang 4.928,47 &#8211; 5.157,27. Artinya, indeks sempat anjlok 4 persen dan terlempar dari zona 5.000. Risiko penurunan data perekonomian kawasan Asean termasuk Indonesia menjadi penyebab (IHSG) terkoreksi cukup dalam hari ini. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia</p>
Ekonomi dan Bisnis

IHSG Kembali Melemah, 3 Saham Ini Paling Laku hingga Sentuh ARA

  • IHSG kembali terkoreksi dengan persentase penurunan 0,17% atau sekitar 11,75 poin dan parkir di zona merah pada level 6.874,83.
Ekonomi dan Bisnis
Redaksi Starbanjar

Redaksi Starbanjar

Author

STARBANJARIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terkoreksi dengan persentase penurunan 0,17% atau sekitar 11,75 poin dan parkir di zona merah pada level 6.874,83 pada penutupan perdagangan Kamis, 5 Oktober 2023.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), total nilai transaksi pada hari ini terus melemah menjadi Rp11,24 triliun dari Rp12,56 triliun pada perdagangan sebelumnya. Dengan begitu, kapitalisasi pasar mencapai Rp10.269,46 triliun.

Dalam satu hari perdagangan, IHSG bergerak pada rentang 6.874,83 – 6.934,8. Hingga penutupan perdagangan, terdapat 276 saham menguat, 261 saham melemah, dan 214 saham lainnya ditutup stagnan.

Di tengah kondisi itu, sejumlah saham mengalami peningkatan kinerja optimal hingga masuk pada jajaran top gainers, seperti saham PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI) yang melesat hingga 35% menuju level Rp108 per lembar.

Kemudian, saham PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA) ikut menguat mencapai 34,86% ke level harga Rp147 per unit, diikuti dengan saham PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi (JMAS) dengan pertumbuhan kinerja 33,87% dalam sehari. Ketiga saham tersebut bahkan menyentuh auto reject atas (ARA).

Selanjutnya, saham PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ) melonjak 10,87% dan ditutup pada level Rp102 dan saham emiten konstruksi pelat merah PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mengalami penguatan 10,37% ke harga Rp745.

Adapun pada jajaran top losers, saham PT Widiant Jaya Krenindo Tbk (WIDI) kembali masuk dalam jajaran saham yang paling banyak dilego dengan persentase pelemahan 9,88% yang dibuntuti oleh saham PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE) dengan koreksi 9,52%.

Sementara itu, saham PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS), PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA), dan PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (LAJU) turut mengalami penurunan kinerja mendalam, masing-masing senilai 7,83%, 7,65%, serta 7,14%.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Drean Muhyil Ihsan pada 05 Oct 2023