IHSG
Ekonomi dan Bisnis

IHSG Masih Berpotensi Bearish, Cermati Saham INKP, TKIM, dan LSIP

  • STARBANJAR - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan belum mampu menembus level 6.000 pada perdagangan 1 Februari 2021. Secara teknikal, bursa saham Indonesia diperkirakan berada pada rentang support resistance 5.699,45–5.992,73.

Ekonomi dan Bisnis
Redaksi Starbanjar

Redaksi Starbanjar

Author

STARBANJAR - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan belum mampu menembus level 6.000 pada perdagangan 1 Februari 2021. Secara teknikal, bursa saham Indonesia diperkirakan berada pada rentang support resistance 5.699,45–5.992,73.

Di sisi lain, mulai terbitnya laporan kinerja sejumlah emiten serta menjelang rilis data perekonomian tingkat inflasi yang disinyalir masih akan berada dalam kondisi terkendali, diharapkan mampu menahan pelemahan IHSG.

CEO Finvesol Consulting Fendy Susianto merekomendasikan tiga saham yang layak untuk dicermati pada pekan ini. Ketiga entitas tersebut adalah PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), dan PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP).

Dalam riset mingguannya, Fendy yang akrab disapa OmFin ini merekomendasikan beli saham INKP pada kisaran harga Rp12.600 – Rp12.900 per lembar dengan stop (cut) loss level Rp12.000. Lalu, target jual yang dituju yaitu Rp14.000 – Rp14.500 per lembar saham.

Rekomendasi saham yang kedua adalah TKIM dengan entry level pada kisaran harga Rp13.000 – Rp13.200 per lembar saham. Sedangkan, katanya, cut loss level sebaiknya dipasang pada harga Rp12.400.

“Target jual OmFin pada harga Rp14.500 per lembar saham,” ucap Omfin dilansir dari Trenasia-mitra Starbanjar, Senin (1/2/2021).

Yang terakhir, ia merekomendasikan untuk membeli saham LSIP pada kisaran harga Rp1.300 – Rp1.335 per unit dengan stop loss level Rp1.250. Target jual saham emiten perkebunan ini berada pada harga Rp1.500 per lembar.

OmFin juga tidak lupa mengingatkan para investor atau trader agar tetap terus membatasi risiko dengan memasang stop loss level. Dengan begitu, kejadian-kejadian di luar toleransi risiko investasi pun tidak akan terjadi.

“Terus invest. Cuan party, enggak cuan ngopi,” tandasnya.