IHSG
Ekonomi dan Bisnis

IHSG Tak Terpengaruh PSBB, Airlangga Senang Respons Positif Pasar

  • STARBANJAR -  Jelang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara terbatas di beberapa wilayah, terutama di Pulau Jawa dan Bali, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat Kamis (7/1/2020). 

Ekonomi dan Bisnis
Redaksi Starbanjar

Redaksi Starbanjar

Author

 
STARBANJAR -  Jelang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara terbatas di beberapa wilayah, terutama di Pulau Jawa dan Bali, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat Kamis (7/1/2020). 
 
IHSG menguat 1,45% sebesar 87,95 basis poin ke level 6.153,63. IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.158,03 dan terendah 6.090,36.  
 
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengaku senang dengan respons positif pelaku pasar atas diberlakukannya PSBB terbatas. Rencananya, pemerintah bakal menerapkan PSBB terbatas di sejumlah kota di Jawa dan Bali pada 11-25 Januari 2021.

Airlangga menyebut IHSG bergerak di level 6.127 membuktikan adanya sentimen positif dari pelaku pasar. Pemerintah berusaha mempertahankan kebijakan seimbang antara menyelamatkan kesehatan masyarakat dari COVID-19 maupun dampak terhadap ekonomi nasional.
 
“Alhamdulillah hari ini IHSG sudah masuk di jalur positif lagi. Saya tadi monitor, angkanya sudah kembali ke 6.127 sehingga tentu direspons secara baik oleh pasar,” kata Airlangga, dilansir dari trenasia, mitra Starbanjar.

Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional itu menegaskan, PSBB terbatas Jawa dan Bali tidak sama dengan menghentikan aktivitas ekonomi. Pemerintah hanya membatasi daerah tertentu yang masuk kriteria khusus.

“Pertama kami tegaskan ini bukan pelarangan kegiatan masyarakat. Kedua, masyarakat jangan panik dan ketiga kebijakan ini mencermati perkembangan COVID-19 yang ada,” terang ketua DPP Partai Golkar ini.

Airlangga memastikan, seluruh kegiatan sektor esensial baik itu bahan pangan, energi, ICT, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, industri, pelayanan dasar, utilitas, dan obvitnas bisa berjalan.

Adapun pembatasan yang berlaku antara lain kebijakan work from home 75%, pembatasan jam operasional pusat perbelanjaan sampai pukul 19.00. Untuk di restoran, kapasitas makan di tempat (dine in) hanya 25%.

Kemudian, tempat ibadah dibatasi hanya 50%, fasilitas umum dihentikan kegiatan sosial, dan kegiatan sosial juga dihentikan. Adapun, pembatasan transportasi berlaku sesuai dengan pengaturan dari pemerintah daerah masing-masing.

10 Saham Top Gainers

CITY 34,3%
BNLI 32%
PICO 25,3%
TECH 24,9%
BBYB 24,8%
APEX 24,5%
ATIC 24,5%
IFSH 24,4%
ECII 24,3%
YPAS 21,6%

10 Saham Top Losers

LMSH -6,9%
SIPD -6,8%
PTSP -6,8%
ALDO -6,8%
PCAR -6,8%
ANDI -6,8%
URBN -6,8%
RICY -6,7%
BAYU -6,7%
TNCA -6,7%