BPP HIPMI
Ekonomi dan Bisnis

Instruksi BPP HIPMI, Cintai Produk Dalam Negeri, Pengusaha Harus Berinovasi

  • STARBANJAR - Ketua badan pengurus pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Mardani H Maming menekankan kader HIPMI untuk mencintai produk dalam negeri.

Ekonomi dan Bisnis
Redaksi Starbanjar

Redaksi Starbanjar

Author

STARBANJAR - Ketua badan pengurus pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Mardani H Maming menekankan kader HIPMI untuk mencintai produk dalam negeri.

Hal ini disampaikan Mardani saat memberi sambutan secara vrtual dalam pembukaan musyawarah daerah (Musda) ke XV HIPMI Kalsel, di Hotel Rattan Inn, Selasa (9/3/2021).

"Instruksi pak Presiden Joko Widodo untuk mencintai produk dalam negeri, oleh karena itu HIPMI Kalsel harus mencintai produk UMKM lokal, sehingga bisa tumbuh berkembang," ujar Mardani.

Baginya produk barang dan jasa di Kalsel mempunyai potensi untuk berdaya saing, oleh karena itu pengusaha muda harus berinovasi, untuk semakin meningkatkan daya saing.

Politisi PDIP ini menyatakan HIPMI akan menyusun penerapan teknologi dan inovasi sebagai garis besar haluan Hipmi untuk 50 tahun ke depan. Garis besar haluan ini diharapkan mampu mendukung pemerintah dalam mendorong transformasi ekonomi melalui penerapan teknologi dan penciptaan inovasi.

"Melalui penerapan teknologi, produktivitas di kalangan pengusaha muda dapat ditingkatkan berkali-kali lipat dengan biaya ekonomi yang semakin efisien. Pengalaman kami selama ini, hanya dengan penerapan teknologi, kita dapat menjadi pemain ekonomi di kancah global," imbuhnya.

Senada, Pj Gubernur Kalsel Syafrizal ZAA mengakui banyak potensi ekonomi Kalsel yang belum digarap secara optimal. Dia mencontohkan saat ini RI Impor Tepung Tapioka 500 Ribu Ton dari Thailand dan Vietnam.

Padahal di Kabupaten Tanah Laut ada pabrik pengolahan singkong sebagai bahan baku tepung tapioka yang sudah tidak beroperasi dalam dua tahun terakhir.

"Kalsel saat ini belum bisa mencukupi kebutuhan jagung sebagai bahan baku pakan ternak, banyak potensi di Kalsel yang belum digarap secara maksimal," ucap Syafrizal.

Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri menantang pengusaha muda untuk memanfaatkan ekonomi pertanian, tidak hanya terpaku mengandalkan pertambangan, peluang untuk bergerak di ekonomi pertanian terbuka lebar.

Syafrizal berharap HIPMI Kalsel berkolaborasi dan saling berkreasi untuk memajukan ekonomi Banua, sebab dalam satu tahun terakhir tertekan karena Pandemi Covid-19.

"Semoga pemimpin HIPMI Kalsel yang akan terpilih bisa membawa pengusaha Kalsel upscale menjadi pengusaha nasional," tandasnya.