Isi Liburan Tahun Baru di Rumah dengan Nonton Lewat 5 Aplikasi Gratis dan Legal Ini!
Banjar Update

Jangan Kebanyakan! Keseringan Nonton TV Bisa Berdampak pada Otak

  • Kebiasaan sering menonton TV saat usia paruh baya bisa mungkin terkait dengan perubahan pada otak lebih dari 20 tahun.
Banjar Update
Redaksi Daerah

Redaksi Daerah

Author

JAKARTA — Maraton nonton series atau drama Korea (drakor) memang jadi salah satu cara paling mudah sekaligus menyenangkan untuk menghabiskan waktu luang.

Namun, kebiasaan terlalu sering menonton serial TV ternyata perlu diwaspadai karena penelitian terbaru menemukan adanya kaitan antara kebiasaan menonton TV yang tinggi saat usia paruh baya dengan perubahan struktur otak beberapa dekade kemudian.

Seperti yang dilansir dari Healthline, sebuah studi terbaru menyebutkan bahwa kebiasaan sering menonton TV saat usia paruh baya bisa mungkin terkait dengan perubahan pada otak lebih dari 20 tahun.

BACA JUGA: 3 Rekomendasi Film Animasi yang Tayang di Bioskop Hingga September 2026

Bagaimana Kebiasaan Sering Menonton TV Memengaruhi Otak?

Bagaimana Kebiasaan Sering Menonton TV Memengaruhi Otak?

Seperti yang dilaporkan oleh Healthline, penelitian ini menggunakan data dari sekitar 1.700 orang yang berusia rata-rata 53 tahun yang mengikuti studi Atherosclerosis Risk in Communities (ARIC) Study antara 1987 dan 1989. Penelitian jangka panjang di Amerika Serikat ini bertujuan mempelajari kesehatan jantung dan otak.

Mereka juga ditanya tentang apakah sering menonton TV saat waktu luang dan ditanya juga berapa banyak waktu yang dihabiskan sambil duduk selama jam kerja.

Selanjutnya, lebih dari 20 tahun kemudian, para peserta menjalani pemeriksaan MRI otak.

BACA JUGA: 5 Rekomendasi Film Horor Indonesia di Netflix, Cocok Buat Uji Nyali!

Ketika peneliti membandingkan orang yang jarang menonton TV dengan mereka yang sangat sering menonton TV, ditemukan adanya sejumlah perbedaan struktur otak pada kelompok yang lebih sering menonton TV.

Hasil penelitian tersebut adalah peneliti menemukan ada beberapa bagian otak yang berkaitan dengan memori dan tanda-tanda awal penyakit Alzheimer memiliki volume yang lebih kecil.

Peneliti juga menemukan volume white matter hyperintensities yang lebih besar. Kondisi ini dapat menjadi tanda adanya penyakit pembuluh darah kecil di otak yang berkaitan dengan penurunan kemampuan kognitif dan demensia.

BACA JUGA: 5 Rekomendasi Film Baru di Bioskop Agustus 2026, Ada The End of Oak Street!

Tidak hanya itu, peserta yang menjadi objek penelitian yang sering menonton TV memiliki lobus frontal dan oksipital yang lebih kecil. Kedua bagian otak tersebut berperan dalam pemrosesan visual serta fungsi eksekutif, seperti kemampuan merencanakan, mengambil keputusan, dan mengatur perilaku.

Perbedaan tersebut tetap terlihat meskipun peneliti telah memperhitungkan sejumlah faktor lain, seperti indeks massa tubuh (BMI), aktivitas fisik, tekanan darah tinggi, dan diabetes.

Cara Mencegah Kebiasaan Menonton TV Menurunkan Kemampuan Otak

Cara Mencegah Kebiasaan Menonton TV Menurunkan Kemampuan Otak

Untuk mencegah penurunan kemampuan otak, kamu tidak perlu langsung berhenti menikmati waktu santai seperti dengan menonton TV atau serial TV.

Hal yang lebih penting adalah mencari aktivitas lain yang bisa menggantikan sebagian waktu yang dihabiskan untuk menonton TV.

Beberapa pilihan yang bisa dilakukan antara lain membaca buku, menulis, mengerjakan teka-teki, membuat rencana, melakukan kerajinan tangan, atau mempelajari sesuatu yang baru.

Tujuannya bukan menghilangkan waktu istirahat yang pasif, melainkan menambahkan lebih banyak aktivitas yang melibatkan kemampuan berpikir ke dalam rutinitas sehari-hari.

BACA JUGA: 3 Rekomendasi Drama Korea Terbaru Tayang di Netflix Agustus 2026

Selain itu, kamu juga bisa terus aktif bergerak sepanjang hari. Kamu juga bisa menghabiskan waktu luang dengan aktivitas yang melibatkan kemampuan berpikir atau interaksi sosial yang membantu mendukung kesehatan otak seiring bertambahnya usia.

Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh pada 07 Sep 2026