
Jangkau 8 Juta Keluarga, Penyaluran BLT Dana Desa Capai Rp20,41 Triliun
STARBANJAR - Realisasi kumulatif program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) hingga pertengahan Desember 2020 mencapai Rp481,61 triliun, atau 69,3% dari pagu anggaran sebesar Rp695,2 triliun.
Banjar Update
STARBANJAR - Realisasi kumulatif program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) hingga pertengahan Desember 2020 mencapai Rp481,61 triliun, atau 69,3% dari pagu anggaran sebesar Rp695,2 triliun.
Salah satu program PEN dengan pagu anggaran tertinggi adalah Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa, yang disalurkan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).
Menteri Desa PDTT, Abdul Halim Iskandar mengatakan, BLT Dana Desa yang sudah terealisasi pada kuartal IV-2020 sebesar Rp20,41 triliun dari total pagu anggaran sebesar Rp31,8 triliun.
Realisasi ini telah menyentuh kurang lebih 8 juta keluarga penerima manfaat, yang merupakan keluarga miskin non-PKH (Program Keluarga Harapan).
“Artinya mereka belum pernah menerima bantuan jaring pengaman sosial apapun baik PKH, Bantuan Pangan Non Tunai, ataupun Kartu Prakerja,” ujar Abdul Halim, dilansir dari trenasia, Jum'at (18/12/2020).
Dia merincikan dari 8 juta KPM BLT Dana Desa tersebut, 1,45 juta KPM diantaranya kehilangan mata pencaharian, kemudian 5,31 juta KPM layak menerima jaring pengaman sosial tapi tidak terdata.
Sementara terdapat 947.000 KPM terdata dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) namun belum mendapat bantuan. Kemudian, 311.000 memiliki anggota keluarga rentan yang berpenyakit kronis.
Abdul Halim menuturkan BLT Dana Desa adalah satu dari tiga kebijakan besar Kemendes PDTT yang disebut sebagai orkestrasi kebijakan desa merespons pandemi COVID-19.
Tujuannya untuk menjaga kesempatan kerja lewat program Padat Karya Tunai Desa. Sasarannya, keluarga miskin, pengangguran, setengah menganggur, dan kelompok marjinal lainnya.
Politikus PKB ini bahkan mengungkapkan banyak negara yang ingin meniru BLT Dana Desa.
“Profesor Scott Guggenheim dari Georgetown University menyebut bahwa melalui BLT Dana Desa Indonesia telah menjadi pelopor jaring pengaman sosial komplementer. Karena dari 8 juta KPM, setelah kita lihat klaster sosialnya ada 2,4 juta KPM dengan perempuan sebagai Kepala Keluarga. Karenanya banyak negara yang ingin meniru BLT Dana Desa,” tandasnya.
