
Jet Tempur Amerika F-16 Berhasil Tembak Drone Turkiye
- Komandan AS menilai bahwa drone yang sekarang berjarak kurang dari setengah kilometer dari pasukan Amerika merupakan ancaman potensial.
Dunia
STARBANJAR - Sebuah jet tempur F-16 Amerika pada Kamis 5 Oktober 2023 menembak jatuh drone bersenjata Turkiye di langit Suriah. Ini pertama kalinya Washington menembak jatuh pesawat milik sekutu NATO tersebut.
Juru bicara Pentagon Brigadir Jenderal Pat Ryder mengatakan saat kejadian drone Turkiye sedang melakukan serangan udara di Hasakah, Timur Laut Suriah.
Insiden dimulai sekitar pukul 07.30 waktu setempat ketika pasukan Amerika mengamati drone yang melakukan serangan udara di dekat Hasakah Beberapa dari serangan itu terjadi di dalam Zona Operasi Terbatas (ROZ) yang dinyatakan Amerika. Serangan tersebut terjadi sekitar satu kilometer dari pasukan Amerika yang memutuskan untuk pindah ke bunker.
Sekitar pukul 11:30 waktu setempat, sebuah drone Turki kembali memasuki zona operasi terbatas dan terbang menuju lokasi pasukan Amerika. Komandan AS menilai bahwa drone yang sekarang berjarak kurang dari setengah kilometer dari pasukan Amerika merupakan ancaman potensial. Dan akhirnya F-16 AS kemudian menembak jatuh pesawat tak berawak tersebut sekitar pukul 11:40 waktu setempat.
“Kami yakin Turkiye tidak memiliki indikasi bahwa Turki sengaja menargetkan pasukan Amerika,” kata Raider dikutip Reuters.
Hasakah berada di timur laut Suriah. Wilayah ini merupakan basis dari Unit Perlindungan Rakyat (YPG). Milisi Kurdi yang ujung tombak sekutu utama koalisi pimpinan Amerika melawan ISIS. Namun kelompok ini dianggap Turki sebagai sayap dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK). Kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan hari Minggu di Ankara.
Seorang pejabat Kementerian Pertahanan Turkiye mengatakan drone yang ditembak jatuh itu bukan milik angkatan bersenjata Turkiye. Namun tidak menyebutkan milik siapa. Pernyataan itu tidak seluruhnya salah. Karena drone itu diperkirakan milik badan intelijen Turkiye.
Sesaat setelah penembakan tersebut Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin telah berbicara dengan Menteri Pertahanan Turkiye Yaser Guler. Menurut Ryder pembicaraan tersebut cukup bermanfaat.
Kementerian Pertahanan Turkiye mengatakan di platform media sosial X dalam pertemuan itu Yasar Guler telah mengatakan kepada Austin bahwa Turki siap untuk berperang bersama dengan Amerika melawan ISIS.
Ketua Kepala Staf Gabungan Amerika, Jenderal Charles Q. Brown juga telah berbicara dengan mitranya dari Turki. Mereka membahas perlunya mengikuti protokol dekonfliksi untuk memastikan keselamatan personel Amerika di Suriah.
Sejauh ini tidak ada konfirmasi resmi terkait jelas drone apa yang ditembak jatuh. Tetapi sejumlah laporan media sosial menyebutkan itu adalah Anka-S. Ini adalah jenis drone medium-altitude, long-endurance (MALE) yang dikembangkan oleh Turkish Aerospace Industries (TAI).

Pesawat tak berawak ini melakukan penerbangan perdananya pada bulan September 2016 dan memasuki produksi serial pada tahun 2017. Drone ini memiliki daya tahan lebih dari 24 jam dan mampu terbang pada ketinggian maksimal 9.000 meter. Indonesia membeli 12 drone ini.
Turkiye seperti meningkatkan serangan di Suriah terhadap sasaran militan Kurdi setelah serangan bom di Ankara akhir pekan lalu. Kementerian Pertahanan Turki pada Kamis malam mengatakan serangan udara mereka menghancurkan 30 sasaran militan Kurdi di Suriah utara. Target termasuk sumur minyak, fasilitas penyimpanan dan tempat berlindung, serta menetralisir banyak militant.
Pasukan Kurdi Suriah yang bersekutu dengan Amerika mengatakan serangan Turki telah menewaskan delapan orang sejak serangan bom di Ankara oleh militan Kurdi.
Meskipun Amerika Serikat belum pernah menembak jatuh pesawat Turkiye sebelumnya, ketegangan sudah beberapa kali terjadi. Pada tahun 2019, pasukan Amerika di Suriah utara mendapat serangan artileri dari posisi Turkiye.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Amirudin Zuhri pada 06 Oct 2023
