
Kabar Gembira, DP Nol Persen untuk Sektor Otomotif dan Properti Berlaku Mulai Bulan Depan
STARBANJAR - Kabar gembira, Bank Indonesia (BI) tidak hanya melonggarkan uang muka (down payment/DP) kredit kendaraan bermotor, tetapi juga untuk kredit pemilikan rumah (KPR) hingga nol persen.
Ekonomi dan Bisnis
STARBANJAR - Kabar gembira, Bank Indonesia (BI) tidak hanya melonggarkan uang muka (down payment/DP) kredit kendaraan bermotor, tetapi juga untuk kredit pemilikan rumah (KPR) hingga nol persen.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan pelonggaran loan to value (LTV) itu bakal berlaku mulai 1 Maret hingga 31 Desember 2021.
“Itu dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko,” kata Perry Warjiyo dalam keterangannya, Jum'at (19/2/2021).
Perry menuturkan pemberian stimulus itu untuk mendorong pertumbuhan kredit, yang terdampak pandemi Covid-19 di sektor otomotif dan properti pada tahun pemulihan ekonomi 2021.
Dia mengungkapkan kebijakan itu dapat dilaksanakan bagi bank yang memiliki kriteria dengan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL/non performing finance/NPF) di bawah 5% maka dapat memberlakukan pelonggaran uang muka kendaraan bermotor nol persen.
Begitu juga pelonggaran uang muka KPR mencapai 100% untuk semua jenis properti, yakni rumah tapak, rumah susun, serta ruko/rukan. Sedangkan bagi bank dengan NPL/NPF di atas 5%, besaran pelonggaran uang muka KPR tidak 100% namun kisaran 90%-95%.
Namun, lanjut dia, BI memberikan pengecualian untuk pembelian rumah tapak dan rumah susun pembelian pertama tipe di bawah 21, ketentuan pelonggarannya sama yakni 100%.
BI juga menghapus ketentuan pencairan bertahap properti inden untuk mendorong pertumbuhan kredit di sektor properti dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko.
Ia menjelaskan pemberian relaksasi itu sejalan dengan langkah pemerintah yang memberikan diskon Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor.
“Nanti kita evaluasi sampai akhir tahun perkembangannya bagaimana, diharapkan ini segera meningkatkan penyaluran kredit dan pembiayaan untuk mendorong pemulihan ekonomi,” tutup Perry.
