ZR
Politik

Kasus Dugaan Korupsi Payment Gateway Kemenkumham Kembali Mencuat

  • STARBANJAR - Sebuah video berdurasi 14 detik tentang calon gubernur Kalimantan Selatan nomor urut 2,  Denny Indrayana merebak di aplikasi jejaring whatapp (WA), sejak Senin (16/11/2020) pagi.

Politik
Redaksi Starbanjar

Redaksi Starbanjar

Author

STARBANJAR - Sebuah video berdurasi 14 detik tentang calon gubernur Kalimantan Selatan nomor urut 2,  Denny Indrayana merebak di aplikasi jejaring whatapp (WA), sejak Senin (16/11/2020).

Dalam video pendek tersebut, mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM ini terjerat perkara hukum dugaan korupsi. Disinyalir status tersangka itu terkait perkara tahun 2014 tentang dugaan kasus tindak pidana korupsi paymen gateway di Kemenkumham yang sempat menyeret namanya.

Bahkan video itu menampilkan foto Denny dengan slide matanya ditutupi garis bertuliskan ‘Tersangka’, dengan latar belakang gambar sebuah Surat Keterangan Catatan Polisi (SKCK) dirinya. Satu kalimat yang diberi kotak tanda garis kota, kemudian di zoom tampak jelas menerangkan jika Denny Indrayana berstatus tersangka TP (tindak pidana) korupsi sebagaimana dimaksud UU Nomor 31 tahun 1999, tanggal 15 Maret 2015 dan dalam proses tahap pemenuhan kelengkapan oleh penyidik (P19).

Merebaknya video ini mengagetkan banyak masyarakat, karena beredar di masa tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020.

Sebagian mengaku sudah mengetahui cerita ini dari berbagai pemberitaan media massa sebelumnya. Tapi sebagian lagi masyarakat baru mengetahui jika Denny Indrayana saat ini masih berstatus tersangka dari video ini.

“Iya mas, saya dapat kiriman video dari seseorang di WA. Tapi saya sudah tahu masalah ini, karena pernah diberitakan media online. Jadi tidak kaget lagi dengan berita ini. Cuman kita kurang tau, seperti apa sih kasus sebenarnya,” ujar seorang warga Kota Banjarmasin, Laily Masruri.

Meski ia menerima forwardan video itu, dirinya tidak berani lagi untuk membagikan ke orang lain, bahkan orang terdekatnya. Cukup di hp dirinya saja kiriman video itu berakhir.

Namun ia tidak menjamin jika penyebarannya tidak meluas dari pihak lainnya. Baginya, di musim kampanye hal seperti ini terkesan lumrah. Tapi terkait pengaruhnya kepada pemilih, tergantung masing-masing percaya atau tidak.

“Bagi saya sih biasa lah. Percaya atau tidak tergantung sudut pandang masyarakat sendiri-sendiri. Bagaimana mereka menyikapinya,” lanjutnya.

“Kami sempat diperlihatkan rekaman videonya dari kawan yang menerima kiriman WA. Tadi menjadi perdebatan, karena yang satu yakin informasi itu benar. Tapi ada juga diantaranya tidak yakin, jadi mereka saling ngotot membahasnya,” ungkap warga lainnya Rizal.

Hingga berita ini diturunkan, Denny Indrayana tidak merespon tawaran wawancara, ihwal kasus ini.