
Kebutuhan Hunian Meningkat, Bank Kalsel Harap Kementerian PUPR Tambah Kuota KPR Bersubsidi
PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan (Bank Kalsel) menaruh harapan besar kepada pemerintah pusat agar menambah kuota penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) bersubdisdi untuk periode 2021 mendatang.
Ekonomi dan Bisnis
STARBANJAR- PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan (Bank Kalsel) menaruh harapan besar kepada pemerintah pusat agar menambah kuota penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) bersubdisdi untuk periode 2021 mendatang.
Direktur Utama Bank Kalsel, Agus Syabaruddin, menjelaskan permintaan ini mengingat kebutuhan rumah murah di Banua juga cenderung melonjak.
Lebih-lebih, sampai saat ini kelompok aparatur sipil negara (ASN) dan karyawan milenial juga belum sepenuhnya memiliki hunian. Penambahan kuota KPR bersubsidi melalui perbankan di daerah diharapkan dapat mendorong kelompok tersebut segera mempunyai rumah murah.

"(Penambahan kuota) bisa membantu para pekerja industri properti seperti mandor, buruh bangunan, tenaga pemasaran, untuk mendapatkan penghasilan dari pembangunan perumahan bersubsidi," kata dia.
Agus kemudian menjelaskan bahwa sejauh ini pihak Bank Kalsel sudah berhasil menyalurkan kuota KPR Bersubsidi skema FLPP sebanyak 100 persen di sepanjang tahun 2020. Totalnya 1.160 unit.
"Penyaluran FLPP Bank Kalsel selalu memenuhi target, kami juga yakin tambahan kuota FLPP bisa turut menggerakkan ekonomi Kalimantan Selatan khususnya bagi pengusaha dan pekerja di sektor properti," ujar Agus.
