
Konflik Gaza, Israel Bersiap Lakukan Serangan Darat
- Rusia memperingatkan konflik tersebut dapat menyebar ke luar Timur Tengah. Ini karena kekuatan dunia gagal mengamankan rencana untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan penting ke Jalur Gaza yang terkepung.
Dunia
STARBANJAR - Israel membombardir sasaran Hamas saat bersiap untuk invasi darat. Sementara itu, Rusia memperingatkan konflik tersebut dapat menyebar ke luar Timur Tengah. Ini karena kekuatan dunia gagal mengamankan rencana untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan penting ke Jalur Gaza yang terkepung.
Presiden AS Joe Biden pada awal Oktober mengatakan masa depan seharusnya mencakup negara Israel dan Palestina yang berdampingan. Hal itu kembali ditegaskan Biden dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di Washington.
“Orang Israel dan Palestina memiliki hak yang setara untuk hidup berdampingan dengan aman, martabat, dan damai,” kata Biden, dikutip dari Reuters, Kamis, 26 Oktober 2023.
Biden percaya salah satu alasan kelompok Islam Hamas menyerang Israel selatan, yang menewaskan 1.400 orang dan lebih dari 200 sandera dari berbagai negara, adalah untuk mencegah normalisasi hubungan antara Israel dan Arab Saudi.
Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan konflik tersebut bisa merembet di luar wilayah Timur Tengah. Putin menegaskan salah jika perempuan, anak-anak, dan orang tua yang tidak bersalah di Gaza dihukum atas kejahatan orang lain.
“Tugas kita hari ini, tugas utama kita, adalah menghentikan pertumpahan darah dan kekerasan,” kata Putin dalam pertemuan dengan para pemimpin agama Rusia dari berbagai agama, menurut transkrip Kremlin.
“Jika tidak, eskalasi lebih lanjut dari krisis ini penuh dengan konsekuensi yang serius dan sangat berbahaya serta merusak. Dan tidak hanya untuk wilayah Timur Tengah. Itu bisa meluas jauh melampaui perbatasan Timur Tengah.”
Merefleksikan kekhawatiran perang di Gaza dapat meluas, Wall Street Journal melaporkan, Israel telah menyetujui penundaan invasi ke Gaza hingga sistem pertahanan udara AS dapat ditempatkan di wilayah tersebut, yang bisa terjadi pekan ini, untuk melindungi pasukan Amerika.
Ditanya tentang laporan tersebut, pejabat AS memberi tahu bahwa Washington telah menyampaikan kekhawatirannya kepada Israel bahwa Iran dan kelompok Islam yang didukung oleh Iran bisa memperburuk konflik dengan menyerang pasukan AS di Timur Tengah. Mereka mengatakan, invasi Israel ke Gaza bisa menjadi pemicu bagi sekutu Iran.
Perang Gaza telah memicu konflik di luar wilayah Palestina. Pesawat-pesawat tempur Israel menghantam infrastruktur tentara Suriah pada Rabu sebagai tanggapan atas roket yang ditembakkan dari Suriah, sekutu Iran. Israel juga menargetkan bandara Aleppo Suriah dan Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon.
Iran, musuh bebuyutan Israel, telah mencari kekuasaan regional selama beberapa dekade dan mendukung kelompok bersenjata di Suriah, Lebanon, dan di tempat lain serta Hamas. Mereka telah memperingatkan Israel untuk menghentikan serangannya di Gaza.
Proposal Bantuan Gagal
Di PBB, Rusia dan China memveto resolusi Dewan Keamanan yang dirancang AS yang menyerukan jeda dalam permusuhan untuk memungkinkan pengiriman makanan, air, dan obat-obatan kepada warga sipil Palestina.
Uni Emirat Arab juga memberikan suara menolak, sementara 10 anggota memberikan suara mendukung dan dua anggota memilih untuk abstain. Rusia mengajukan proposal saingan yang menganjurkan gencatan senjata yang lebih luas, tetapi gagal memenangkan jumlah suara minimal.
Israel telah menolak keduanya, dengan alasan Hamas hanya akan mengambil keuntungan dan menciptakan ancaman baru bagi warga sipil Gaza. Penduduk setempat mengatakan, ketika jumlah korban tewas meningkat di Gaza, warga Palestina menguburkan orang tak dikenal di kuburan massal, dengan nomor, bukan nama.
Beberapa keluarga menggunakan gelang dengan harapan dapat menemukan orang yang mereka cintai jika mereka tewas. Menurut kementerian kesehatan di Jalur Gaza yang dikuasai oleh Hamas, serangan balasan Israel telah menewaskan lebih dari 6.500 orang pada Rabu.
Biden mengaku tidak memiliki keyakinan pada angka yang digunakan Palestina untuk jumlah kematian, tetapi ia tidak menjelaskan mengapa ia meragukannya. Di AS, Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) mengatakan, mereka sangat terganggu oleh komentar Biden mengenai angka kematian di Gaza, dan meminta presiden untuk meminta maaf.
Persiapan Invasi
Israel berkomitmen untuk menghancurkan Hamas, yang menguasai Gaza. “Kami akan terus menyerang Gaza untuk mencapai tujuan perang,” kata juru bicara militer Israel Daniel Hegarty. “Setiap serangan memperkuat kita dan memperbaiki situasi kita menjelang tahap selanjutnya dalam perang.”
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan dalam sebuah pernyataan di televisi. “Israel sedang mempersiapkan invasi darat. Saya tidak akan merinci kapan, bagaimana atau berapa banyak.”
Tank dan pasukan Israel berkumpul di perbatasan dengan Gaza menunggu perintah. Israel telah memanggil 360.000 tentara cadangan. Pemerintah Israel mengatakan, tekanan internasional semakin meningkat untuk menunda invasi Gaza, terutama karena sandera.
Lebih dari separuh dari sekitar 220 sandera yang ditahan oleh Hamas memiliki paspor asing dari 25 negara yang berbeda. Banyak dari mereka diduga memiliki kewarganegaraan ganda dengan Israel.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Distika Safara Setianda pada 26 Oct 2023
