
Krisis Kepemimpinan, Tanah Bumbu Butuh Figur Berpengalaman
STARBANJAR – Warga Desa Sepakat menilai, kabupaten Tanah Bumbu krisis kepemimpinan dalam satu dasawarsa terakhir ini. Pasalnya, arah pembangunan tidak berpihak bagi masyarakat yang bermukim di pelosok dan pedesaan. Keberhasilan infrastruktur cenderung bertumpu di kawasan perkotaan, sehingga rasa keadilan belum dirasakan seluruh masyarakat Bumi Bersujud.
Politik
STARBANJAR – Warga Desa Sepakat menilai, kabupaten Tanah Bumbu krisis kepemimpinan dalam satu dasawarsa terakhir ini. Pasalnya, arah pembangunan tidak berpihak bagi masyarakat yang bermukim di pelosok dan pedesaan. Keberhasilan infrastruktur cenderung bertumpu di kawasan perkotaan, sehingga rasa keadilan belum dirasakan seluruh masyarakat Bumi Bersujud.
Hal ini dungkapkan Syarifuddin, warga desa Sepakat, kecamatan Mentewe, Kamis (19/11/2020) lalu.
Dia mempertanyakan berapa banyak jalan desa dan lingkungan yang sudah beraspal dan akses nyaman di pelosok sudah terbangun. Bandingkan dengan wilayah perkotaan, gang sempit saja mulus dan rata.
"Ini bukti pembangunan di Tanah Bumbu belum merata. Selama kami bermukim di sini, baru sebagian kecil ada akses jalan desa maupun lingkungan nyaman dilalui," keluh Syarifuddin.
Menurutnya saat ini yang paling dirasakan baru jalan protokol lintas kecamatan dengan kondisi akses sangat nyaman dan kualitas bagus. Namun, sedikit bergeser ke pemukiman warga, jalan jelek bisa dilihat sepanjang mata memandang.
"Padahal jalan lingkungan sangat vital bagi keberlangsungan warga melaksanakan beragam aktivitas sehari-hari. Baik bagi kegiatan bermasyarakat, ibadah maupun untuk geliat perekonomian," katanya.
Syarifudin melanjutkan, di desanya jumlah penduduk mencapai 4 ribu jiwa, lebih dominan bermukim di lingkungan dalam, diluar jalan protokol. Sehingga harusnya prioritas pembangunan sarana publik lebih di wilayah itu.
"Kalau jalan itu tak diperhatikan pemerintah, kasihan warga yang terganggu atas ketidaknyamanan kondisi ini," ujarnya.
Warga lainnya, Safar Idris menyebut kesenjangan pembangunan perkotaan dan pedesaan menunjukkan ketidakadilan pemimpin. Masyarakat pedesaan dan di pelosok seakan tidak begitu penting baginya, sehingga kurang mendapatkan sentuhan.
"Kami menilai, Tanah Bumbu krisis kepemimpinan, karena ketidakpekaan terhadap kebutuhan seluruh masyarakatnya," ucapnya.
Ironisnya, mereka mengaku dalam dua periode ini bahkan tak mengenal sosok pemimpinnya karena tak pernah berkunjung.
"Warga kepengen melihat sosok bupatinya saja ibaratnya belum pernah tau siapa sebenarnya bupatinya," ungkap Safar.
Karena pemimpinnya sebelum ini tak pernah mengunjungi wilayah mereka. Sehingga tak bisa melihat apa kebutuhan masyarakat yang di inginkan.Dia mengeluhkan kondisi jalan lingkungan mereka yang rusak parah, karena tak tersentuh pengaspalan.
Saat diguyur hujan, genangan air dan jalan becek menjadi pemandangan lazim. Ini sangat mengusik kenyamanan warga dalam beraktifitas.
"Masalah ini menunjukkan, ketidakpekaan seorang pemimpin," imbuh Safar.
Padahal ia pernah mendengar pemimpin mereka banyak memiliki perusahaan, bahkan mampu membeli pesawat terbang. Namun tak kebijakannya tidak dirasakan masyarakat di pelosok desa dengan pembangunan yang merata. Untuk membangunkan saluran air di desanya, mereka hanya mendapatkan bantuan pemerintah pusat, dan hasil urunan warga.
"Saya tidak respek jika ada pemimpin yang hanya memperkaya diri, tapi tak peduli masyarakat desa," tegasnya.
Safar sangat berharap, di momentum pilkada ini akan menghasilkan pemimpin yang amanah, bisa menjalankan tugasnya tanpa kepentingan tertentu. Warga butuh sosok yang peduli terhadap semua warganya dimanapun berada.
"Kami kepingin figur yang berpengalaman dalam membangun daerah, mampu mengayomi seluruh masyarakat," pungkasnya.
Dari pantauan di lapangan, benar sebagian besar jalan lingkungan di kecamatan Mentewe kondisinya memprihatinkan. Genangan air dan becek nyaris ada di sepanjang jalan tersebut. Hal ini pun mengemuka saat dialog masyarakat dengan cawabup nomor urut 3, Muhammad Rusli yang berkampanye di lokasi itu.
Nyaris semua masyarakat berharap sosok yang berpasangan dengan cabup Zairullah Azhar ini menjadi pemimpin mereka kedepan. Agar bisa menyelesaikan semua persoalan yang dihadapi warga. Untuk mewujudkan mimpi itu, warga berikrar memberikan hak suaranya pada 9 Desember mendatang untuk kemenangan Paslon ZR ini. (Ads)
