Adaro
Ekonomi dan Bisnis

Laba Bersih Menyusut, Adaro Energy Perkirakan Pemulihan Pasar Berlangsung Lebih Lama

  • Emiten pertambangan PT Adaro Energy Tbk membukukan lesunya pendapatan dan laba bersih pada kuartal III-2020 masing-masing sebesar 26% dan 73,06% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Ekonomi dan Bisnis
Redaksi Starbanjar

Redaksi Starbanjar

Author

STARBANJAR- Emiten pertambangan PT Adaro Energy Tbk membukukan lesunya pendapatan dan laba bersih pada kuartal III-2020 masing-masing sebesar 26% dan 73,06% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Mengutip laporan keuangan konsolidasian hingga September 2020, pendapatan perusahaan bersandi ADRO ini kontraksi 26 persen menjadi US$1,95 miliar dari sebelumnya US$2,65 miliar.

Penurunan pendapatan juga diikuti oleh anjloknya laba bersih perseoran sebesar 73,06% menjadi US$109,37 juta. Padahal, hingga September 2019, ADRO mampu mencetak laba bersih hingga US$405,99 juta.

Amblesnya kinerja ADRO disebabkan oleh penurunan produksi batu bara sebanyak 7% mencapai 41,10 juta ton pada kuartal III-2020. Setali tiga uang, volume penjualan batu bara perseoran juga turun 9% menjadi 40,76 juta ton.

Presiden Direktur dan Chief Executive Officer, Garibaldi Thohir mengatakan turunnya permintaan merupakan akibat dari perlambatan pertumbuhan ekonomi dan minat beli yang lemah di negara-negara pengimpor utama telah berdampak terhadap harga batu bara global.

“Meskipun disiplin terhadap suplai telah mulai dilakukan, kami perkirakan bahwa pemulihan pasar akan membutuhkan waktu yang lebih lama,” kata dia dalam pernyataan resmi.

Hingga September 2020, total aset yang mencapai US$6,471 juta setara dengan penurunan 11% dari periode yang sama tahun lalu. Aset lancar turun 18% menjadi US$1.731 juta, sementara aset non lancar turun 17% menjadi AS$4.740 juta.

Liabilitas ADRO terekam turun 20,12% menjadi US$2,58 juta dari sebelumnya US$3,23 juta. Di sisi lain, tingkat ekuitas turun 2,51% menjadi US$3,88 juta dari posisi sebelumnya US$3,98 juta.

Adapun saldo kas dan setara kas pada akhir periode mencapai US$1,18 juta, naik dari posisi 30 September 2020 senilai US$1 juta.