IHSG
Ekonomi dan Bisnis

Lanjutan Koreksi, IHSG Ditutup Melemah ke 6.252

  • STARBANJAR - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahan dalam penutupan perdagangan hari, Selasa (23/3/2021). 

Ekonomi dan Bisnis
Redaksi Starbanjar

Redaksi Starbanjar

Author

STARBANJAR - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahan dalam penutupan perdagangan hari, Selasa (23/3/2021). 

IHSG terkoreksi 0,77% atau 48,41 poin ke level 6.252,71. Sembilan dari 10 sektor menekan IHSG. Sektor yang turun paling dalam adalah industri dasar, konstruksi, infrastruktur, keuangan dan manufaktur. Masing-masing sektor ini turun 1,90%, 1,36%, 1,00%, 0,84% dan 0,84%. 

Hanya sektor perkebunan yang menguat 1,43%. Total volume perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini mencapai 19,57 miliar dengan total nilai transaksi Rp 11 triliun.

Ada 357 saham yang melemah, 151 saham yang menguat dan 129 saham yang nilainya tidak berubah.

Berdasarkan data RTI, Investor asing membukukan net sell di seluruh pasar sebesar Rp 21,82 miliar. Sementara di pasar reguler investor asing mencetak net sell sebesar Rp 191,97 miliar.

Saham paling banyak dilego asing adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 244,1 miliar. Saham BBCA pun turun tipis 0,83% ke Rp 32.825 per saham. 

Kemudian investor asing juga banyak melego saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Rp 31,5 miliar. Namun saham ICBP malah melesat 4,25% ke Rp 9.200 per saham. 

Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga banyak dilego asing sebesar Rp 27,4 miliar. Namun saham BMRI ditutup menguat tipis 0,75% ke RP 6.675 per saham. 

Disisi lain, investor asing justru banyak menadah saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) banyak dikoleksi asing yakni Rp 96,2 miliar. Saham BBRI pun menguat tipis 0,86% ke Rp 4.670 per saham. 

Selanjutnya asing membeli saham PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) sebanyak Rp 85,0 miliar. Akan tetapi saham SMMA malah turun tipis 0,34% ke Rp 14.825 di akhir perdagangan. 

Saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) juga banyak dibeli asing Rp 21,7 miliar. Saham INDF pun melesat 5,12% ke Rp 6.675 per saham.