
Ledakan Kasus Baru, Satgas Covid-19 Batola Perketat PPKM di Lima Daerah
STARBANJAR - Kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Barito Kuala (Batola) belakangan mengalami ledakan sangat tinggi.
Banjar Update
STARBANJAR - Kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Barito Kuala (Batola) belakangan mengalami ledakan sangat tinggi.
Sejak Rabu – Jumat (25-27) penambahan pasien positif tak kurang dari 91 orang atau mencapai 48,40 persen dari 188 keseluruhan pasien positif di Batola saat ini. Menyikapi hal itu, tim Satgas Covid-19 Batola merumuskan langkah-langkah yang akan dilakukan dalam upaya menekan tingkat penyebaran Covid-19.
“Dari pembicaraan yang kami lakukan diperoleh kesimpulan di antaranya terdapat 5 daerah yakni 2 desa dan 3 kelurahan perlu dilakukan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang ketat,” ucap Wabup Batola, H Rahmadian Noor dalam keterangannya dikutip, Sabtu (27/2/2021).
Dua desa tersebut, yakni Desa Penghulu dan Jelapat 1. Sedangkan tiga kelurahan diantaranya Kelurahan Marabahan Kota, Kelurahan Ulu Benteng, dan Kelurahan Handil Bakti.
Terkait penerapan PPKM, Rahmadi menyatakan, nantinya desa atau kelurahan yang menjadi objek akan dibuat semacam pos jaga atau pos komando terkait pendisiplinan penerapan protokol kesehatan seperti penggunaan masker, menghindarkan kerumunan, dan hal-hal lainnya.
“Penerapan PPKM ini telah sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2021 terkait PPKM Mikro,” papar politisi Golkar ini.
Rahmadi menambahkan, dalam pelaksanaannya juga didukung refocusing anggaran baik yang berasal dari dana desa maupun kabupaten.
Di samping menjelaskan tentang PPKM, lelaki yang pernah menjadi anggota DPRD Batola ini juga menyinggung keberadaan Desa Semangat Dalam yang penerapannya diperlakukan seperti kelurahan. Mengingat desa tersebut penduduknya cukup banyak dengan keberadaan RT juga banyak layaknya sebuah kelurahan.
Di samping memperketat PPKM untuk beberapa daerah, Satgas melalui Dinkes terus aktif melakukan tracking (pelacakan) dan tracing (penelusuran) dan testing (pengujian).
Terlebih sekarang swab (pemeriksaan sampel lendir yang diambil dari rongga mulut dan hidung) cukup dilakukan di puskesmas masing-masing kecamatan sehingga bisa lebih banyak menjaring warga yang kemungkinan terpapar.
