Banjar Today

Mentan Dorong Penambahan 10.000 Hektar Perkebunan Sawit di Kalsel Segera Terealisasi

  • STARBANJAR – Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI) Syahrul Yasin Limpo menghadiri rapat koordinasi kelapa sawit se Kalimantan Selatan (Kalsel), Selasa (22/08/2023) di Banjarmasin.
Banjar Today
Ahmad Husaini

Ahmad Husaini

Author

STARBANJAR – Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI) Syahrul Yasin Limpo menghadiri rapat koordinasi kelapa sawit se Kalimantan Selatan (Kalsel), Selasa (22/08/2023) di Banjarmasin.

Turut pula pada rakor dengan tema “Bersama Kita Bangun Perkebunan Indonesia” ini, Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Andi Nur Alamsyah, Ketua DPRD Kalsel Supian HK, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel, Suparmi, pengusaha/perusahaan kelapa sawit, dan pejabat terkait lainnya dari 13 kabupaten/kota di provinsi ini.

Yasin Limpo menginginkan Kalsel segera memenuhi target penanaman bibit kelapa sawit pada luas lahan 10 ribu hektare.

Menurutnya, tugas ini tidaklah terlalu berat bagi Pemerintah Provinsi Kalsel dan pekebun serta pihak terkait lain untuk mewujudkannya, karena provinsi ini memiliki syarat baik ketersediaan lahan, kebutuhan pupuk, termasuk bibit sawit.

“Kalimantan Selatan memiliki potensi besar untuk menghasilkan kelapa sawit, kita mendorong percepatan penanaman sawit segera terlaksana,” ujar Yasin Limpo.

Selain itu, ia juga meminta dilakukan peremajaan sawit di wilayah itu hingga 20 ribu hektare untuk meningkatkan jumlah ekspor. Saat ini luas lahan sawit di Kalsel tercatat sekitar 443.802 hektar.

“Kita harus komitmen agar program ini dapat terealisasi, tetapi proses peremajaan sawit di Kalsel tidak boleh melanggar hukum,” pesannya lagi.

“Kehadiran saya ke Kalsel malam ini untuk memastikan seluruh pihak turun tangan guna memetakan daerah yang akan ditanam bibit sawit, dan proses peremajaan sawit yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor dalam sambutannya yang disampaikan Sekdaprov, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengambil langkah konkret menuju pembangunan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan.

Melalui peraturan Gubernur Nomor 013 Tahun 2023 tentang Rencana Aksi Daerah Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD KSB) Provinsi Kalsel 2022-2024, telah menetapkan arah yang jelas untuk mewujudkan visi dan misi Kalimantan Selatan yakni Kalsel MAJU (Makmur, Sejahtera dan berkelanjutan) sebagai gerbang IKN.

Disebutkan, berdasarkan data statistik perkebunan tahun 2022, Kalsel memiliki luasan kelapa sawit sebesar 443 ribu 802 hektar. Luasan ini dikelola 89 perusahaan perkebunan besar swasta/negara, dan sekitar 24 persen diusahakan oleh pekebun rakyat dengan luas mencapai 107 ribu 582 hektar.

Disamping itu, terdapat 46 pabrik kelapa sawit di Kalsel yang menghasilkan sekitar 5,3 juta ton Tandan Buah Segar (TBS) setiap tahunnya. Produksi CPO dari TBS tersebut mencapai 1,1 juta ton per tahun.

Selain itu, industri hilirisasi juga berkembang pesat dengan tiga pabrik minyak goreng dan dua pabrik biodiesel, yang berperan dalam meningkatkan nilai tambah sektor perkebunan kelapa sawit.

Beberapa strategi dan kebijakan daerah dalam pembangunan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan sebagai upaya perbaikan tata kelola perkebunan kelapa sawit yang telah laksanakan di Kalsel diantaranya, melalui pendataan seluruh industri kelapa sawit.

Melalui Sistem Informasi Perkebunan Kelapa Sawit (Siperibun), terdaftar 62 perusahaan atau sekitar 70 persen dari total 89 pbs/n yang ada di wilayah ini. Sisanya, terus didorong untuk segera melaporkan data secara mandiri.

Selain itu, untuk pekebun rakyat, Pemprov menggunakan sistem tera data budidaya (STDB) untuk pendataan yang lebih akurat dan komprehensif. Poin selanjutnya melalui penguatan koordinasi dengan stakeholder terkait.

“Kami memahami bahwa kesuksesan dalam pengembangan perkebunan kelapa sawit memerlukan kolaborasi yang kuat dengan semua pihak terkait. Oleh karena itu, kami tengah berupaya untuk membangun kemitraan yang lebih erat dengan stakeholder, serta merencanakan pembuatan peta hasil konsolidasi di setiap kabupaten/kota sentra kelapa sawit,” katanya.