Operasi makan gratis
Banjar Update

Operasi Makan Gratis, MRI-ACT Sasar Penyintas Banjir di Tala

  • STARBANJAR – Masyarakat Relawan Indonesia dan Aksi Cepat Tanggap menggelar operasi makan gratis di Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Rabu (24/2/2021).

Banjar Update
Redaksi Starbanjar

Redaksi Starbanjar

Author

STARBANJAR – Masyarakat Relawan Indonesia dan Aksi Cepat Tanggap menggelar operasi makan gratis di Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Rabu (24/2/2021). Dalam kegiatan tersebut, MRI-ACT menyasar warga yang terdampak musibah banjir.

Komandan Induk Posko Daerah ACT-MRI Kabupaten Tanah Laut Maruan menuturkan kegiatan ini baru pertama kali digelar di Tala. Dengan sasaran para penyintas banjir sebanyak 500 jiwa, yang kebanyakan berasal keluarga pra sejahtera.

“Rata-rata pekerjaannya seperti pencari dan penjual ikan sungai, pencari kayu, petani dan penjual sayur keliling,” ujar Maruan.

Menurutnya ada empat desa yang menjadi sasaran program ini, diantaranya Desa Gunung Raja, Desa Benua Raya, Desa Bati-Bati dan Desa Padang.

Tak hanya masyarakat penyintas banjir, kegiatan tersebut juga menyasar lima buah warung, yang terdampak banjir dan Pandemi Covid-19.

Maruan menerangkan program ini untuk membantu meringankan beban karena rata-rata warungnya berada di teras rumah, yang tak luput dari terjangan banjir.

“Selain yang terdampak banjir, kita juga menyasar warung yang terdampak pandemi Covid-19 yang berada di Kompleks SMP Negeri 1 Bati-Bati,” jelasnya.

Dia menuturkan bantuan lain sudah disalurkan pihaknya kepada penyintas banjir di daerah tersebut.

“Mereka berharap kegiatan ini bisa dilanjutkan, karena saat ini kondisi rumah mereka masih terendam banjir. Sehingga belum bisa melaksanakan aktivitas normal. Selain itu, kebutuhan yang sangat mendesak saat ini adalah bantuan makanan siap saji dan sembako,” tandas Maruan.

Fuah warga setempat mengatakan, program ini sangat membantu dirinya, sebab dalam setahun terakhir omzetnya berjualan di Kompleks SMP Negeri 1 Bati-Bati, terimbas pandemi Covid-19.

“Penghasilan saya turun drastis hingga 70 persen, karena minimnya pembeli dari warga sekolah yang ada di lingkungan sekolah. Saya berharap program ini terus berlanjut, karena manfaatnya sangat terasa khususnya seperti usaha warung kecil-kecilan seperti saya ini,” lugasnya.

Terpisah, Kepala Cabang ACT Kalsel Zainal Arifin mengatakan, kegiatan ini sangat dibutuhkan oleh para penyintas banjir di Kalsel. Apalagi, saat ini banjir masih menggenang di beberapa titik di Kalsel, salah satunya di Kabupaten Tanah Laut.

“Karena banjir masih menggenang, berdampak pada aktivitas masyarakat penyintas banjir. Di mana, mereka masih belum dapat melaksanakan aktivitas secara normal. Sehingga program OMG sangat tepat dilaksanakan untuk mereka para penyintas banjir,” kata Zainal.