
Panen Raya di Batola, Jaga Ketahanan Pangan di Kalsel
STARBANJAR – Penjabat Gubernur Kalsel, Safrizal ZA, menghadiri panen raya padi unggul Pak Tiwi-1 seluas 250 hektare di Desa Beringin Jaya, Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Batola, Rabu (24/2/2021).
Banjar Update
STARBANJAR – Penjabat Gubernur Kalsel, Safrizal ZA, menghadiri panen raya padi unggul Pak Tiwi-1 seluas 250 hektare di Desa Beringin Jaya, Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Batola, Rabu (24/2/2021).
Pj Gubernur Kalsel tidak sendirian menghadiri panen raya, dia ditemani Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kalsel, Syamsir Rahman, pejabat teras Pemprov Kalsel dan unsur Forkopimda Batola. Panen dilakukan dengan mengoperasikan dua combine harvester.
Syukuan Panen Padi Unggul ini juga dirangkai penyerahan sejumlah bantuan sarana produksi dari APBN di antaranya untuk pengembangan padi rawa seluas 10 ribu hektar, peningkatan produksi padi seluas 7 ribu hektar, pengembangan kawasan jagung seluas 500 hektar, dan pengembangan kawasan kedelai 300 hektar.
Sementara dari APBD Dinas TPH Provinsi berupa 5 unit power thresher, 1 unit kendaraan roda 3, dan pengembangan kawasan padi hibrida seluas 100 hektar. Sedangkan dari Distan TPH Batola berupa bantuan sarana produksi berupa pengembangan kawasan padi rawa seluas 40 hektar serta sarana produksi pengembangan jagung pendukung kegiatan APBN 500 hektar.
Kadis TPH Provinsi Kalsel Syamsir Rahman mengatakan, Kabupaten Batola memiliki potensi pertanian padi paling luas dari 4 kabupaten andalan di Kalsel setelah Kabupaten Banjar, Tanah Laut, dan Tapin.
Syamsir menerangkan, hasil panen dari Batola cukup untuk kebutuhan masyarakat Kalsel dan sebagian lagi dikirim ke daerah tetangga. Dari 2 juta ton lebih produksi padi Kalsel, sebutnya, lebih 400 ribu ton disumbang dari Batola.
Terkait adanya musibah banjir, Syamsir menyatakan, di Kalsel terdapat 38 ribu hektar mengalami puso. Jika dikali rata-rata 4 ton per hektar berarti Kalsel kehilangan 160 ribu ton padi hanya pada musim ini.
Meski demikian musibah banjir tidak menggenangi semua lahan pertanian yang terdampak, salah satunya pertanian di Kecamatan Anjir Muara yang mulai memasuki masa panen. Belum termasuk wilayah kecamatan lainnya serta beberapa kabupaten lainnya di Kalsel.
Menyinggung 38 ribu hektar sawah yang mengalami puso, Syamsiar menyebut pihak Menteri Pertanian membantu bebet untuk 50 ribu hektar dan beberapa kabupaten sudah dibagikan. Sedangkan 10 ribu hektar kelebihannya dijadikan sebagai cadangan dalam upaya antisipasi jika terjadi serangan hama dan lainnya.
Wakil Bupati Batola Rahmadian Noor tak menutup rasa bahagia meski di tengah suasana banjir petani di daerahnya justru mampu melakukan panen. Rahmadi menuturkan luas sawah fungsional yang dimiliki Batola mencapai 122.126 hektar dengan luas panen 119.168 hektar, dengan capaian produksi 412.532 ton gabah kering panen atau rata-rata produksi 35,59 kwintal per hektar.
Terkait padi unggul, Rahmadi menjelaskan Batola berhasil menggalakan tanam antara 28.000 – 30.000 hektar atau terjadi peningkatan cukup signifikan mengingat sebelumnya penerapannya berkisar antara 5.000 – 6.000 hektar.
Ia menerangkan, terjadinya penambahan luas tanam ini berkat adanya bantuan berbagai pihak terutama Kementerian Pertanian serta bimbingan Dinas TPH Provinsi Kalsel yang mampu menggugah petani sehingga mau menerapkan padi unggul hingga jumlah luasan berlipat.
Wabup juga menyatakan melalui bantuan berbagai program seperti Program Serasi, Optimasi Lahan Rawa, serta berbagai alat penunjang pertanian berupa saprodi.
Pj Gubernur Kalsel, Safrizal berpendapat luas potensi area pertanian yang dimiliki Batola hendaknya benar-benar dimanfaatkan semaksimal mungkin. Terlebih jika dilihat hasil produksinya yang cukup besar sehingga mendorong pemerintah memprioritaskan penyaluran bantuan terutama benih padi. Termasuk bantuan jagung seluas 10 hektar melalui APBD Kalsel.
Safrizal mengutarakan, meski Kalsel sebagian besar dilanda banjir yang menyebabkan banyaknya pertanian padi puso namun masyarakat tetap bahagia dan bangga karena wilayah Anjir Muara masih bisa panen padi unggul di lahan seluas 250 hektar.
“Saya mengajak semua pihak terutama petani untuk bekerja keras. Terlebih saat ini pertanian yang diterapkan sudah melalui mekanisasi sehingga optimalisasi dapat dilakukan sedemikian rupa,” tandasnya.
