
Patuhi Prokes, Tim Pakar ULM Ingatkan Potensi Penularan Covid-19 di Bilik Suara
Anggota Tim Pakar Covid-19 Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Taufik Arbain, meminta warga Kalimantan Selatan agar mengedepankan aspek kehati-hatian saat hadir mencoblos di bilik suara, pada 9 Desember 2020.
Banjar Update
STARBANJAR- Anggota Tim Pakar Covid-19 Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Taufik Arbain, meminta warga Kalimantan Selatan agar mengedepankan aspek kehati-hatian saat hadir mencoblos di bilik suara, pada 9 Desember 2020.
Menurut Taufik, warga mesti waspada lantaran kasus aktif Corona di Kalimantan Selatan tercatat masih tinggi.
Terlebih, sampai saat ini ia masih ragu dengan ketegasan dari petugas tempat pemungutan suara (TPS), meski bilik suara sudah dikemas agar sesuai dengan prinsip protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
"Kemungkinan rasa sungkan atau ewuh pakewuh itu pasti akan terjadi, apalagi petugas yang menangani protokol kesehatan orang muda dan tidak tegas. Kecenderungan pengabaian ini akan terjadi," kata Taufik dalam keterangan tertulis yang diterima Starbanjar.com, Selasa (8/12/2020).
Taufik kemudian menyitir hasil riset yang ia lakukan melalui Lembaga Survey Banua Meter. Dalam hasil penelitian itu, ia menyebut bahwa
masyarakat Kalsel di beberapa wilayah disimpulkan sangat bersemangat sekali mengikuti pilkada tahun ini.
"Masyarakat menyatakan ikut memilih mencapai angka 94,5 %, tidak memilih 2,4 % dan tidak Menjawab 3,1%," papar Taufik.

Artinya, semangat warga dalam pilkada sangat besar. Apalagi kemungkinan di beberapa kawasan yang melaksanakan pilkada ada melakukan mobilisasi warga untuk datang ke TPS dalam rangka memenangkan para calon-calon yang berkompetisi.
Adapun dalam survey ini juga disebutkan, warga memiliki alasan tersendiri dalam mengikuti pilkada di masa covid-19. Ada 18,3 % menyatakan ikut mencoblos karena penting untuk masa depan daerah mereka, kemudian 68,4 % menyatakan bahwa covid 19 tidak masalah selama memenuhi protokol kesehatan, dan 10,6% menyatakan tak perlu takut dengan covid-19, tidak menjawab 2,7 %.
"Atas data survey ini tentu saja kami dari Tim Pakar Covid-19 ULM bertanggung kepada masyarakat untuk mengingatkan betapa relasi antara pilkada dengan covid perlu menjadi perhatian kita bersama," ujarnya.
