Konsep Ibu Kota Negara
Banjar Update

Pembangunan IKN Menjadi Program Prioritas Nasional, Pemprov Kaltim dan Kalsel Perkuat Kerjasama

  • STARBANJAR – Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur baru masuk dalam program prioritas nasional pemerintah di tahun 2022.
Banjar Update
Redaksi Starbanjar

Redaksi Starbanjar

Author

STARBANJAR – Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur baru masuk dalam program prioritas nasional pemerintah di tahun 2022.

Provinsi Kaltim dan Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan penguatan kerja sama yang dirangkai dalam kegiatan Forum Koordinasi Temu Usaha Perdagangan Antara Provinsi Kalsel dan Kaltim, yang diselenggarakan di Banjarmasin, Selasa (19/10/2021).

Ketua Tim Gubernur untuk Pengawalan Percepatan Pembangunan (TGUP3) Kaltim Adi Buchari Muslim mengatakan menilai forum kerja sama ini sangat tepat dan penting, terutama untuk mendukung penyiapan Kaltim sebagai ibu kota negara (IKN) baru.

"Dengan IKN, jumlah permintaan pangan sudah pasti naik. Baik dari program IKN sendiri maupun orang yang bermigrasi secara spontan," kata Adi Buchari Muslim dilansir dari ibukotakini-jaringan Starbanjar.

Prinsipnya kata Adi Buchari, ketika aktivitas suatu daerah meningkat, maka jumlah orang otomatis akan bertambah. Berikutnya, jumlah kebutuhan pangan juga pasti akan meningkat.

Kaltim sendiri tidak mungkin memenuhi kebutuhan pangan seluruhnya. Sebab itu, kerja sama seperti ini dinilai sangat tepat.

"Kerja sama ini sangat tepat. Di sana ada kepastian pasar, di sini ada produk-produk yang kita perlukan dengan harga yang stabil," beber Adi Buchari lagi.

Langkah seperti ini menjadi penting dilakukan karena Kaltim sendiri mengalami kesulitan untuk memenuhi berbagai kebutuhan itu.

Contoh swasembada beras yang sejak era tahun 80an lalu sudah dicanangkan di Kaltim, tapi harapan itu tidak pernah bisa dicapai hingga saat ini.

Sebaliknya, Provinsi Kalimantan Selatan mampu memproduksi hingga 2 juta ton beras, sementara kebutuhan lokal mereka hanya 500 ribu ton. Demikian juga berbagai kebutuhan lain yang juga harus dipasok dari Kalsel.

"Penguatan kerjasama antar daerah ini penting mengingat Kaltim bukan provinsi penghasil. Harapan kami, dengan kerja sama ini kebutuhan masyarakat terpenuhi, harga dan pasokan stabil, sementara inflasi kita terjaga," pungkas Adi Buchari.