
Pemkot Banjarmasin Canangkan Turbah Sungai Jingah Jadi Situs Cagar Budaya
STARBANJAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin berencana menjadikan Makam Habib Hasan Bin Idrus atau dikenal dengan Turbah Sungai Jingah, sebagai salah satu objek cagar budaya tingkat Kota Banjarmasin.
Banjar Update
STARBANJAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin berencana menjadikan Makam Habib Hasan Bin Idrus atau dikenal dengan Turbah Sungai Jingah, sebagai salah satu objek cagar budaya tingkat Kota Banjarmasin.
Ihsan Al Hak Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin menuturkan pihaknya akan melakukan peninjauan untuk mengukur langkah-langkah perbaikan di area makam Habib Hasan Bin Idrus, mengingat tempat tersebut merupakan salah satu objek cagar budaya.
"Kedepannya, untuk kemungkinan sebagai status cagar budaya, akan kami konsultasikan dengan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Banjarmasin," kata Ihsan Al Hak, Rabu (10/2/2021).
Sementara itu, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina mengungkapkan makam tersebut merupakan situs makam Habaib tertua di Kalsel.
Oleh karena itu, Pemkot Banjarmasin mempersiapkan upaya pembenahan terutama pada pagar belakang dan siring sungai yang membelah turbah itu sampai ke belakang.
Terpisah Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Banjarmasin, Mansyur memaparkan makam tersebut dapat dimasukkan dalam usulan pengkajian timnya untuk direkomendasikan menjadi cagar budaya. Rentang waktu lama kajian variatif. Paling singkat satu bulan.
"Mekanismenya ada pengusulan sebagai Cagar Budaya oleh Tim Pendaftaran.
Kemudian TACB melakukan kajian, sekaligus merekomendasikan penetapan dan peringkat Cagar Budaya ke pejabat berwenang, Pak Walikota untuk ditetapkan menjadi cagar budaya," kata pria yang akrab disapa Sammy ini.
Akademisi FKIP ULM ini menguraikan Kajian TACB berkaitan dengan makam apakah sudah berusia 50 tahun atau lebih, mewakili masa gaya paling singkat berusia 50 tahun, serta memiliki arti khusus bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan atau kebudayaan.
"Selain itu memiliki nilai budaya bagi penguatan kepribadian bangsa tentunya," tutup Mansyur.
