
Puluhan Anak Banjarmasin Jadi Yatim Piatu di Tengah Pandemi, Pemerintah Siapkan Bantuan
- Puluhan anak di Banjarmasin kini berstatus yatim, piatu dan yatim piatu lantaran ditinggal orang tua meninggal dunia karena Covid-19.
Banjar Update
STARBANJAR- Puluhan anak di Banjarmasin kini berstatus yatim, piatu dan yatim piatu lantaran ditinggal orang tua meninggal dunia karena Covid-19.
Kepala Dinsos Banjarmasin, Iwan Ristianto mengatakan pihaknya mencatat ada sebanyak 29 anak yang terdata selama Pandemi Covid-19.
Iwan menjelaskan data yang terkumpul nantinya akan diverifikasi kembali bersama Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banjarmasin untuk dilakukan pencocokan.
"Sebelum diserahkan ke Kementerian Sosial akan kita verifikasi dan cocokan lagi datanya. Apakah anak bersangkutan masih tinggal di Banjarmasin atau sudah tidak lagi," katanya.
Iwan mengatakan bantuan yang akan disalurkan oleh pemerintah kepada anak-anak yang terdata belum mengetahui secara pasti. "Kemungkinan semacam tali asih," ungkapnya.
Namun, data itu selain untuk keperluan pemerintah pusat, juga akan menjadi database penyaluran bantuan dari Pemko Banjarmasin.
"Kita jadikan data base Pemko untuk langkah kebijakan Wali Kota memberikan bantuan apa yang cocok untuk mereka," katanya.
Iwan menargetkan, bahwa proses verifikasi data anak akan rampung dan diusulkan akhir Agustus ini, untuk gelombang pertama.
"Google Form itu akan selalu kita buka. Jadi bagi warga ingin mengusulkan akan terus kita tampung," pungkasnya.
Untuk diketahui kegiatan pendataan ini sendiri menindaklanjuti instruksi dari pemerintah pusat agar seluruh kabupaten dan kota, terkait rencana pemberian bantuan untuk anak-anak yang orangtuanya meninggal akibat Covid-19.
