
Raih Penghargaan IGA 2020, Doyo : Hasil Kerja Keras dan Kerja Cerdas Jajaran Pemko Banjarmasin
STARBANJAR – Menjelang penutupan tahun 2020, Kota Banjarmasin mendapatkan penghargaan sebagai Kota Sangat Inovatif dari Badan Penelitian dan Pengembangan (BPP) Kemendagri. Dari 13 kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan, hanya Pemko Banjarmasin dan Pemkab Balangan yang meraih penghargaan IGA 2020.
Banjar Update
STARBANJAR – Menjelang penutupan tahun 2020, Kota Banjarmasin mendapatkan penghargaan sebagai Kota Sangat Inovatif dari Badan Penelitian dan Pengembangan (BPP) Kemendagri. Dari 13 kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan, hanya Pemko Banjarmasin dan Pemkab Balangan yang meraih penghargaan Innovative Government Award (IGA) 2020, yang diberikan Kemendagri.
Anugerah Innovative Government Award (IGA) 2020 diserahkan Sekjen Kemendagri, Muhammad Hudori kepada Walikota Banjarmasin Ibnu Sina yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Banjarmasin Doyo Pudjajdi, di Jakarta, Jum’at (18/12/2020).
Doyo menjelaskan penghargaan IGA digagas oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendagri sebagai upaya mendorong pemerintah daerah agar terus berinovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Dia mengatakan upaya inovasi melalui peningkatan pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat dan peran serta masyarakat, terakhir dengan apa yang disebut peningkatan daya saing daerah.
"Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras dan kerja cerdas jajaran Pemko Banjarmasin, yang tidak kenal lelah menciptakan inovasi pelayanan publik," kata Doyo.
Sementara itu, Kepala BPP Kemendagri Agus Fatoni mengatakan penghargaan IGA 2020 merupakan bentuk apresiasi kepada Pemda, yang tidak berhenti melakukan berbagai perbaikan untuk meningkatkan pelayanan dan tata kelola pemerintahan di masa pandemi Covid-19.
Dia menyebut meski diterpa pandemi Covid-19 tahun ini, Pemda lebih banyak inovasi yang dilakukan dibanding tahun lalu.
Daftar inovasi yang diserahkan seluruh Pemda, terangnya, mencapai 14.897 inovasi. Sementara itu, pada 2018 pendaftaran inovasi yang disetor pemda hanya 8.014 inovasi.
Peningkatan antusiasme Pemda dalam berinovasi mencapai 85 persen jika dibandingkan dengan capaian tahun lalu.
Agus menuturkan Kemendagri melibatkan 15 juri untuk mengukur indeks inovasi daerah. Komponen juri tersebut terdiri dari unsur kementerian/lembaga, media, lembaga swasta.
Proses penilaian inovasi yang dilakukan pemda ini sudah dimulai dengan pendaftaran inovasi secara daring pada 14 Mei 2020.
Melalui aplikasi tersebut juri melakukan penilaian untuk mengukur kadar inovasi yang dilakukan mampu meningkatkan pelayanan publik dan memperbaiki tata kelola organisasi pemerintah daerah.
"Aplikasi tersebut adalah aplikasi yang dibuat khusus dalam rangka penilaian indeks inovasi daerah dan dapat dilihat secara transparan oleh semua pihak," imbuhnya.
