
Rektor ULM Serahkan Bantuan Untuk Warga Desa Kurau
STARBANJAR – Rektor Universitas Lambung Mangkurat Prof Dr Sutarto Hadi menyerahkan bantuan bagi warga Desa Kurau Kabupaten Tanah Laut yang terdampak musibah banjir, Sabtu (13/2/2021).
Banjar Update
STARBANJAR – Rektor Universitas Lambung Mangkurat Prof Dr Sutarto Hadi menyerahkan bantuan bagi warga Desa Kurau Kabupaten Tanah Laut yang terdampak musibah banjir, Sabtu (13/2/2021).
Bantuan ini merupakan hasil donasi yang dilakukan oleh Pendidikan IPS Peduli Banjir Kalimantan Selatan (Kalsel) Bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (Bem) se-Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) dan Forum Rektor Indonesia (FRI).
Bantuan yang diserahkan berupa sembako sebanyak 200 paket, 10 karton Mie Instan dan 19 karton air mineral diberikan oleh Pendidikan IPS Unlam, Bem se-Unlam dan Radar Banjar Peduli serta bantuan oleh FRI sebanyak 200 paket dan uang tunai siap pakai sebanyak Rp 70 juta dengan total keseluruhan Rp 100 juta.
Sutarto mengatakan bahwa bantuan yang diberikan sebagai bentuk kepedulian untuk masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Tanah Laut (Tala). Diharapkan bisa membantu dan mengurangi beban mereka yang terdampak banjir.
“Bantuan ini atas kepedulian Rektor Universitas negeri dan swasta se-Indonesia serta para Mahasiswa Unlam,” ucap Sutarto.
Dia menambahkan Bahwa FRI selain memberikan bantuan peduli masyarakat banjir di Kabupaten Tala juga memberikan bantuan ke Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Batola, Banjar serta korban gempa bumi di Sulawesi Barat.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tala Dahnial Kifli berterima kasih atas bantuan yang sudah diberikan, baik berupa sembako ataupun maupun dana siap pakai.
“Terimakasih sebanyak-banyaknya atas bantuan yang diberikan, semoga jadi ladang amal di hadapan Allah SWT,” ujar Dahnial.
Dia menambahkan bahwa sampai saat ini status tanggap darurat masih diperpanjang, sebab sebagai langkah antisipasi kemungkinan datangnya banjir.
Dahnial menyebut dari 11 Kecamatan yang ada di Tala ada tiga kecamatan yang sangat parah tertimpa musibah banjir, yaitu Kecamatan Bati-Bati, Bumi Makmur serta Kurau.
“Dipeparah lagi dengan jembatan penghubung kabupaten di Jalan Pabahanan putus atau ambruk sehingga membuat distribusi logistik susah sebelum dibukanya jalan alternatif yaitu di Desa Kunyit,” tandasnya.
