
Rusak Parah, Pemkab Batola Batasi Tonase Kendaraan yang Melintas di Jalan Gampa Asahi
STARBANJAR - Dalam beberapa waktu terakhir, warga yang ingin menuju Kota Marabahan patut hati-hati.
Banjar Update
STARBANJAR - Dalam beberapa waktu terakhir, warga yang ingin menuju Kota Marabahan patut hati-hati. Pasalnya jalan nasional di sekitaran Kecamatan Rantau Baduh rusak. Pemerintah Kabupaten Barito Kuala bakal memberlakukan memberlakukan pembatasan tonase bagi angkutan barang yang melintas di wilayah kabupaten, khususnya di kawasan Desa Gampa Asahi Kecamatan Rantau Badauh.
Beban angkutan dibatasi maksimal antara hingga 15 ton, diperuntukan khusus hanya pada malam hari. Sementara, waktu siang digunakan untuk warga umum.
Pembatasan ini dilakukan dalam rangka menyikapi kerusakan jalan yang menyebabkan kemacetan berkepanjangan yang terjadi di wilayah Batola, khususnya di kawasan Desa Gampa Asahi Kecamatan Rantau Badauh sepanjang 2,8 kilometer.
“Kendati pada rapat ini tidak dihadiri pihak Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XV Provinsi Kalsel namun semua peserta menyepakati diberlakukannya pembatasan tonase dan penjadwalan angkutan besar yang melintasi di kawasan itu,” ucap Wakil Bupati (Wabup) Batola H Rahmadian Noor, usai rapat lintas SKPD, Selasa (16/3/2021).
Bukan tanpa alasan, Rahmadi Rahmadi berpendapat jika tidak diberlakukan pembatasan dikhawatirkan jalan tersebut menjadi tak bisa diakses sama sekali akibat mengalami kerusakan total.
Sementara itu, Kepala BPJN Kalsel, Syauqi Kamal sepakat terhadap adanya rencana pembatasan tonase bagi dan penjadwalan angkutan lalu lintas yang melintas di kawasan Desa Gampa Asahi sepanjang 2,8 kilometer tersebut.
Mengingat, jalan yang dulunya milik provinsi itu selain memang tidak bisa menahan angkutan besar juga kondisinya tengah mengalami kerusakan cukup parah.
Syauqi menerangkan, saat ini jalan penghubung Batola – Hulu Sungai itu berstatus jalan nasional sehingga yang melakukan penanganannya BPJN Kalsel. Hanya saja, proses pengerjaannya masih dalam tahap lelang dengan dana sekitar Rp98 miliar bersama jalan yang ada di Sungai Puting, Kabupaten Tapin.
“Rencananya jalan Gampa Asahi itu akan kami perbaiki strukturnya maupun kelebarannya. Saat ini untuk membantu mengatasi kemacetan kami men-stanby-kan grader dan compect serta stock material agar saat diperlukan sudah tersedia,” katanya.
Syauqi mengatakan, jika diberlakukan pembatasan kemungkinan akan berlangsung sampai April, mengingat perbaikan Jembatan Materaman Kabupaten Banjar pada saat itu sudah selesai dengan kondisi permanen.
