
Sentil Presiden, Habib Banua : Jangan Hanya Cawe-Cawe di Pilpres, Lupa Penanganan Karhutla di Kalsel
- STARBANJAR - Kinerja pemerintah dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di berbagai wilayah di Kalimantan Selatan menuai kritik dari anggota anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI utusan Kalimantan Selatan Dr Pangeran Syarif Abdurrahman Bahasyim.
Banjar Today
STARBANJAR - Kinerja pemerintah dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di berbagai wilayah di Kalimantan Selatan menuai kritik dari anggota anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI utusan Kalimantan Selatan Dr Pangeran Syarif Abdurrahman Bahasyim.
Habib Banua sapaan akrabnya menegaskan kebakaran lahan yang terus berulang di setiap musim panas menunjukkan lemahnya upaya pencegahan.
Maka itu, dia menganggap kegiatan pencegahan karhutla masih kurang dilakukan pemerintah daerah maupun pihak kepolisian.
Dia menegaskan jangan sampai ada anggapan karhutla terjadi karena adanya 'pembiaran'.
Habib Banua menuturkan selama reses ke kalsel ia Ikut merasakan sesak nafas, batuk, mata panas, hidung mampet akibat kebakaran lahan.
"Jangan sampai ada yang menganggap pemerintah seperti ingin melakukan pembunuhan massal kepada rakyat," tegas Habib Banua dalam keterangan tertulisnya, Rabu 4 Oktober 2023.
Dia menilai, penanganan Karhutla juga lamban. Sebab tak didukung dengan anggaran yang memadai.
Oleh karena itu, Habib Banua mendesak pemerintah pusat untuk menggelontorkan anggaran yang cukup untuk menangani Karhutla di Kalsel dan Kalteng.
Pimpinan Komite I DPD RI ini menuturkan kebakaran hutan dan lahan seolah mengulang kejadian pada tahun 2015-2016 silam. Padahal, katanya pengalaman beberapa waktu lalu menjadi pelajaran untuk mengambil langkah-langkah preventif.
"Harusnya pemerintah punya peta jalan pencegahan Karhutla," ucap Doktor jebolan Universitas Haluoleo Kendari ini.
Ia juga mengkritik pemerintah pusat yang belum menunjukkan perhatiannya kepada kasus Karhutla di Kalsel.
Habib Banua mencontoh polusi udara di Jabodetabek beberapa waktu lalu, presiden langsung meminta kementerian/lembaga (K/L) terkait untuk mengambil langkah tegas dalam penanganan tersebut.
"Kalsel dan Kalteng itu bagian dari Indonesia, jangan hanya polusi udara di Jabodetabek saja presiden turun tangan," ujarnya.
Kendati demikian, Habib Banua memberikan apresiasi kepada relawan dan BPBD yang bekerja siang malam untuk memadamkan api.
"Semoga ini niat baik kita untuk bersama-sama menanggulangi Karhutla menjadi amal jariyah kepada kita semua," imbuhnya.
