
Tak Cuma Wadah Baca, Perpustakaan Palnam Didorong Jadi Wadah Partisipasi Warga yang Inklusif
Perpustakaan Palnam milik Pemprov Kalsel yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani Kilometer 6, Kota Banjarmasin, terus dipermak menjadi bangunan yang tak cuma menjadi wadah membaca saja.
Banjar Update
STARBANJAR-Perpustakaan Palnam milik Pemprov Kalsel yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani Kilometer 6, Kota Banjarmasin, terus dipermak menjadi bangunan yang tak cuma menjadi wadah membaca saja.
Menurut Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispersip) Pemprov Kalsel, Nurliani Dardie, perpus yang satu ini mesti menjadi wadah berkegiatan warga yang inklusif. Seperti pengembangan seni dan budaya dan kegiatan lintas sektor lainnya.
Nurliani mencontohkan, Sanggar Seni Nuansa Banjarmasin baru-baru tadi memakai area bangunan untuk membuat video tari daerah Banjar. Sebab, arsitektur bangunan ini sesuai dengan bangunan tradisional masyarakat Kalimantan Selatan.
"Perpustakaan menjadi salah satu alternatif unik untuk berkarya dan berkreasi dengan dukungan desain interior ruangan yang menarik, serta lingkungan yang nyaman untuk tempat berkegiatan baik siang maupun malam hari," ujarnya.
Nurliani menambahkan perpustakaan harus mengikuti perubahan dan mau tak mau harus beradaptasi serta berevolusi sehingga tidak terlindas perubahan zaman.
Dia menyebut saat ini perpustakaan berangsur menjadi tempat berinteraksi dengan komunitas sosial serta working space tempat tumbuhnya inovasi baru dan dengan harapan agar tumbuh generasi muda yang inovatif dan kreatif dalam berkegiatan yang positif.
“Perpustakaan berbasis Inklusi sosial merupakan perpustakaan yang memfasilitasi masyarakat dalam mengembangkan potensinya dengan melihat keragaman budaya, kemauan untuk menerima perubahan, serta menawarkan kesempatan berusaha, melindungi dan memperjuangkan budaya dan hak asasi manusia,” tandasnya.
