
Terdampak Covid-19, Penghasilan Sopir Angkot Menurun Drastis
Starbanjar - Sejak pandemi Covid-19 menerpa Kalimantan Selatan, penghasilan sopir angkutan kota (angkot) kian menipis. Para sopir armada angkot mengaku kini mereka tengah mengalami kesulitan ekonomi.
Banjar Update
Starbanjar - Sejak pandemi Covid-19 menerpa Kalimantan Selatan, penghasilan sopir angkutan kota (angkot) kian menipis. Para sopir armada angkot mengaku kini mereka tengah mengalami kesulitan ekonomi.
Sebelum penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Banjarmasin, beberapa sektor transportasi umum sudah terlebih dahulu terdampak.
Dalam pantauan Starbanjar di Terminal Pasar Antasari Banjarmasin, Rabu (27/5/2020), terlihat beberapa armada mobil angkot tidak beroperasi, para sopir angkot lebih memilih untuk menunggu penumpang yang naik ketimbang harus berkeliling kota seperti biasanya.
Hermando salah satu perwakilan Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI) Kota Banjarmasin mengatakan penghasilan armada sopir Angkot sangat berkurang semenjak wabah virus ini menyerang Kota Banjarmasin.
Seretnya penghasilan sopir angkot sedikit tertolong dengan bantuan yang diberikan oleh Pemerintah kota Banjarmasin, ada 200an sopir angkot yang masuk penerima Bansos.
“Dulu kita sehari dapat kisaran Rp 100 – 150 ribuan lah normalnya, sekarang cari 50 ribu buat bensin saja susah,” kata Hermando.
Hermando juga merasakan adanya penurunan pendapatan ini terjadi sebelum PSBB di Kota Banjarmasin diterapkan.
Walaupun akhirnya transportasi umum dibuka, Hermando mennyebut tidak akan terlalu berdampak terhadap pendapatan koleganya.
Bukan tanpa alasan, dia menilai masyarakat masih akan tetap was–was menggunakan angkutan umum.
“Sebelum PSBB pun kita sudah sepi penumpang, palingan cuman beberapa armada yang bisa beroperasi, sisanya Cuma mangkal di terminal,” tandasnya.
