Bandara
Ekonomi dan Bisnis

Tertinggi Disumbang Sektor Transportasi, BPS Kalsel Catat Inflasi Bulan Lalu Sebesar 0,79

  • STARBANJAR - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan mencatat inflasi pada bulan Desember 2020 sebesar 0,79 mom. 

Ekonomi dan Bisnis
Redaksi Starbanjar

Redaksi Starbanjar

Author

STARBANJAR - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan mencatat inflasi pada bulan Desember 2020 sebesar  0,79 mom. Angka ini lebih tinggi daripada inflasi pada bulan November 2020 yang sebesar 0,69 persen mom. Secara tahunan, inflasi Desember tercatat sebesar 1,68% yoy.

“Inflasi bulanan 2020 terus meningkat sejak Oktober 2020, dan di Desember 2020 ini juga naik,” ujar kepala BPS Kalsel Mod Edy Mahmud, dalam rilis resminya, Selasa (5/1/2021).

Edy berkata, inflasi Kalsel pada bulan Desember 2021 disokong oleh kenaikan yaitu pengeluaran di bidang transportasi sebesar 4,63 persen, kemudiaan diikuti oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,15 persen, dan pakaian dan alas kaki sebesar 0,32 persen, serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,1 persen.

"Kenaikan inflasi juga disumbang dari pengeluaran perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,09 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,07 persen, dan kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,03 persen," kata dia.

Edy menuturkan Komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi di Kalimantan Selatan, antara lain angkutan

udara, telur ayam ras, cabai rawit, cabai merah dan ikan haruan.

Di sisi lain, sektor pengeluaran di bidang rekreasi, olahraga, dan budaya pada Desember 2020 mengalami deflasi sebesar 2,04 persen.

Kemudiaan pengeluaran di sektor perumahan, air, listrik, dan juga mengalami deflasi sebesar 0,07 persen. Terakhir sektor yang juga mengalami deflasi adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,57 persen.

"Di wilayah Pulau Kalimantan, semua kota IHK mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sintang sebesar 0,98 persen kemudiaan diikuti kota Banjarmasin 0,83 persen, kota Singkawang 0,63 persen, dan Kotabaru sebesar 0,63 persen," tutup Edy.