
Usai Reli Beberapa Hari, IHSG Ditutup Melemah
STARBANJAR - Reli penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama tiga hari akhir terhenti hari ini. IHSG ditutup melemah 85,95 poin atau 1,35% ke 6.290,79 ada akhir perdagangan Kamis (4/3/2021). Sebanyak 154 saham naik, 314 saham turun dan 162 saham stagnan.
Ekonomi dan Bisnis
STARBANJAR - Reli penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama tiga hari akhir terhenti hari ini. IHSG ditutup melemah 85,95 poin atau 1,35% ke 6.290,79 ada akhir perdagangan Kamis (4/3/2021). Sebanyak 154 saham naik, 314 saham turun dan 162 saham stagnan.
Nilai transaksi mencapai Rp 13,69 triliun dan volume perdagangan mencapai 27,22 miliar saham. Investor asing pasar saham keluar dari Indonesia dengan catatan jual bersih asing mencapai Rp 346,98 miliar di pasar reguler.
Sementara, asing mencatatkan beli bersih di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 168,93 miliar. Hanya dua sektor saham yang selamat ke zona hijau yakni sektor konstruksi dengan kenaikan 0,46% dan sektor perkebunan yang naik 0,04%.
Sedangkan delapan sektor saham lainnya masuk zona merah. Sektor-sektor saham dengan pelemahan terbesar adalah sektor pertambangan yang melemah 2,87%, sektor keuangan melemah 1,79% dan sektor infrastruktur turun 1,71%.
Jajaran top gainers masih didominasi dipimpin Saham-saham bank mini atau bank kategori BUKU II (bank umum kelompok usaha dengan modal inti Rp 1-5 triliun. Bank MNC Internasional (BABP), memimpin kenaikan hari ini, dengan menguat 34,41persen ke level Rp 125 persaham. Diikuti Bank Amar Indonesia (AMAR) menguat 25,00 persen, ke level Rp 570 persaham, kemudiaan saham Era Mandiri Cemerlang (IKAN), menguat 23,08 persen ke level Rp 192.
Jajaran top losers hari ini dialami Bank Nationalnobu (NOBU), saham yang melemah 6,92% Rp 1.210/saham. Trio saham emiten nikel kompak terjerembab sore ini.
Ketiganya takni, TINS, dan diikuti oleh INCO dan ANTM. TINS ambles 6,90% menyentuh auto rejection bawah (ARB) ke Rp 1.890/saham. Lalu, duo emiten nikel lainya, INCO dan ANTM, berturut-turut ambles 6,75% ke level Rp 5.525/saham dan 6,67% Rp 2.52/saham. hari ini.
Ambrolnya saham-saham nikel terjadi setelah harga nikel turun pada perdagangan kemarin. Harga nikel kontrak 3 bulan di London Metal Exchange (LME) turun 4,18% dari US$ 18.635/ ton pada perdagangan kemarin, menjadi US$ 17.864/ton. Harga Nikel pembelian langsung juga turun 4,13% dari US$ 18.635/ton menjadi US$ 17.864/ton.
