Banjarmasin Zona Hijau, Pelancong Domestik Harap Pemko Segera Buka Destinasi Wisata

Banjar UPDATE 2 Nov 2020, By Tim Starbanjar
Banjarmasin Zona Hijau, Pelancong Domestik Harap Pemko Segera Buka Destinasi Wisata (Source: Tim Starbanjar/Ari Arung Purnama)
STARBANJAR- Penutupan kawasan objek wisata Siring Menara selama Pandemi Covid-19 pandang tidak dapat membendung keinginan masyarakat Banjarmasin yang merupakan wisatawan domestik untuk berekreasi.
 
Berdasarkan pantuan tim Starbanjar, alih-alih berdiam diri di rumah, warga tetap memilih berekreasi ke tempat alternatif seperti Siring 0 Kilometer dan Taman Kamboja.
 
Said, salah satu bapak yang membawa keluarganya ke siring 0 Km ini beralasan hal tersebut demi rekreasi ditengah pandemi. “Kami kesini untuk menghibur diri. Mumpung libur panjang juga. Tentunya selalu menerapkan 3 M,” jelasnya saat ditemui Starbanjar, pada Sabtu (31/10/2020).
 
Saat pandemi ini, menurutnya yang terpenting selain menerapkan prokes adalah menjaga mood atau suasana hati. Dia melihat banyak berita dan jurnal yang menyebutkan bahwa demi menjaga imunitas tubuh yang tinggi diperlukan suasana hati yang bagus.
 
“Jadi tidak bisa disalahkan orang-orang yang ingin memperbaiki atau meningkatkan moodnya ditengah pandemi. Semua orang sudah cukup stress jadi perlu refreshing. Dalam refreshing itu perlu kesadaran diri untuk selalu menerapkan protokol Kesehatan,” tandasnya.
 
Lain halnya dengan Said, Firman lebih memilih taman Kamboja untuk dikunjungi. Tujuannya adalah berolahraga. Tiap weekend, anak muda ini bersama beberapa temannya datang ke taman Kamboja untuk melakukan jogging dan latihan kalistenik. Adanya long weekend ini membuat dirinya lebih banyak waktu untuk berolahraga.
 
“Track buat lari di Taman Kamboja ini lebih terarah jadi enak aja. Ada fasilitas alat gym outdoor walaupun sisa sedikit yang bisa dipakai,” jelas Firman.
 
Meskipun begitu, dia mengaku merindukan jogging dibantaran siring tendean. Menurutnya track lari sepanjang pinggiran sungai martapura yang ada disana lebih menyejukkan dibanding taman Kamboja yang berada dipertengahan kota.
 
Hal senada juga disuarakan oleh Said. Dia heran kenapa pemerintah masih belum membuka siring menara pandang padahal sudah banyak zona hijau di kota Banjarmasin.
 
“Café-café dibolehin buka tapi taman kota belum. Rasanya tidak seimbang saja. Belum lagi banyak penjual yang biasanya jualan disana tidak bisa jualan. Klotok di Siring juga sepertinya sepi peminat,” tutur Said.
 
“Saya berharap zona hijau di Banjarmasin semakin banyak dan siring menara pandang bisa segera dibuka,” pungkasnya.
undefined

Ari Arung Purnama