Cerita Wardatunisa, Berdagang Casing Hp Impor hingga Raup Jutaan Rupiah

UMKM Story 27 Sep 2020, By Tim Starbanjar
Cerita Wardatunisa, Berdagang Casing Hp Impor hingga Raup Jutaan Rupiah (Source: Starbanjar/Ari Arung Purnama)

Jangan anggap sebelah mata pedagang casing (pelindung) smartphone. Meski terbilang kecil-kecilan, bisnis satu ini juga mendatangkan cuan yang tak sedikit. Setidaknya, inilah yang dirasakan Wardatunnisa. Lewat merk bisnis online yang ia beri nama @casemurah.bjm.

***

Kepada starbanjar, mahasiswi manajemen Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mengaku bahkan sudah bisa meraup untung lumayan. Dari 1-2 juta rupiah dalam satu bulan. Hanya berawal dari iseng belaka.

"Awalnya lihat di Instagram, orang jual case hp harganya mahal. Terus nyoba cari di marketplace ketemu yang harganya murah. Jadi ngajak temen untuk beli bareng. Setelah itu, kepikiran buat olshop case hp sendiri" jelas perempuan yang akrab dipanggil Nisa ini.

Usaha yang dirintis Nisa tidak memakai modal. Sebab, dia menggunakan sistem PO di masa memulai usahanya. PO atau Pre-Order mengharuskan para pelanggannya mengirim sejumlah uang terlebih dahulu di awal. Lalu barang akan datang sesuai dengan perjanjian awal.

Produk yang dijualnya beragam. Ada case untuk semua jenis gawai. Tapi, garis besarnya: produk yang ditawarkan berupa case impor dan kustom. Harganya tidak lebih dari selembar uang merah, Rp100 ribu Harga termurahnya hanya Rp30 ribu.

Ekonomis memang harga yang ditetapkan Nisa. Tapi jika dibilang rugi, justru sebaliknya. Dia malah meraup pendapatan banyak sampai membuka endorsement

“Waktu pertengahan 2019, saya giat melakukan endorse. Sudah jalan 1 tahun, makanya berani endorse. Trafficnya jadi besar pesanan jadi banyak” jelas mahasiswi Akuntasi Universitas Lambung Mangkurat ini.

Meski banyak cerita mentereng, usaha Nisa juga tak luput dari kegagalan. Barang yang dibeli datangnya kurang, pengiriman barang dibatalkan supplier, kehilangan pelanggan, hingga pelanggannya yang hilang sudah pernah ia cicipi.

Uniknya, tak ada halangan berarti bagi usahanya di masa pandemi covid-19. Ia bercerita penurunan hanya justru terjadi di bulan Ramadhan.

Pemasukan yang biasanya 1 juta harus menurun ke angka Rp800 ribu. Dia menduga minat pasar saat pandemi beralih ke pakaian, bukan aksesoris Smartphone.

Berbekal pengalaman selama 1 tahun berusaha, Nisa mencoba peruntungan di dunia kuliner. Sayang, usahanya tidak berjalan lancar. Produk Frozen food tahu bakso dan nuggetnya susah menemukan pasar pembeli. Bersama kakaknya, modal yang dikucurkan hampir 1 juta harus ia relakan.

Nisa mengungkap tips dan trik untuk memulai usaha seperti dirinya. Bagi dia, penting bagi para pengusaha untuk mengenal target pasarnya. Fokus pada cara menjual agar tepat sasaran ke target yang ditentukan, bukan berusaha menjualnya ke semua orang.

Selain itu jangan pernah malu untuk meminta bantuan teman. Sebab, dengan promosi dari teman bisa memperluas jangkauan pelanggan.

“Jangan pernah takut untuk jatuh, karena tak ada bisnis yang besar, yang tidak dimulai dari bawah” tuturnya.

“Kecuali kamu cucunya bill gates, kekayaannya tidak akan habis hingga 7 turunan” gurau Nisa.

 

undefined

Ari Arung Purnama