Data BPS, Luas Panen Padi di Kalsel Menurun

Redaksi Starbanjar -02 Maret 2021 18:20 WIB,
Pertanian (sumber: Source: Istimewa)

STARBANJAR - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan merilis data terbaru tentang luas panen komoditas pertanian di Kalsel tahun 2020. Berdasarkan data BPS, luas panen padi pada 2020 sebesar 289,84 ribu hektar, atau mengalami penurunan sebanyak 66,41 ribu hektar atau 18,64 persen dibandingkan 2019 yang sebesar 356,24 ribu hektar.

Kepala BPS Kalsel Moh Edy Mahmud mengatakan penurunan luasan panen padi tahun 2020 tertinggi dialami pertanian di Kabupaten Banjar sebesar 34,12 persen atau menurun 26.278,89 hektar dibandingkan tahun 2019 seluas 77.013,61 hektar.

Sementara itu Kabupaten Kotabaru mengalami kenaikan luas panen padi tertinggi, sebesar 12,80 persen, atau meningkat 811,44 hektar dibandingkan tahun 2019 seluas 6.340,93 hektar.

"Produksi padi pada 2020 sebesar 1,15 juta ton gabah kering giling (GKG), mengalami penurunan sebanyak 192,56 ribu ton atau 14,34 persen dibandingkan 2019 yang sebesar 1,34 juta ton GKG," ujar Moh Edy Mahmud, dalam keterangannya, Selasa (2/3/2021).

Edy menyebut jika dilihat menurut subround, terjadi peningkatan produksi padi pada subround September-Desember 2020, yaitu sebesar 69,42 ribu ton GKG (22,74 persen) dibandingkan 2019.

(Source : BPS Kalsel)

"Sedangkan penurunan terjadi pada subround Januari-April dan Mei-Agustus 2020 yakni masing-masih sebesar 121,06 ribu ton GKG (39,21 persen) dan 140,91 ribu ton GKG (19,33 persen)," kata dia.

Edy mengatakan jika dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, produksi beras pada 2020 sebesar 677,10 ribu ton, mengalami penurunan cukup signifikan sebanyak 113,34 ribu ton atau 14,34 persen dibandingkan 2019 yang sebesar 790,45 ribu ton.

Disisi lain, Edy memprediksi potensi produksi padi pada subround Januari-April 2021 sebesar 253,49 ribu ton GKG, mengalami kenaikan sebanyak 65,83 ribu ton atau 35,08 persen dibandingkan subround yang sama pada 2020 yang sebesar 187,66 ribu ton GKG.

Bagikan:

RELATED NEWS